9 Fenomena cuaca paling seram tapi menakjubkan, Indonesia masuk!

Duniamu.id – Fenomena alam tak pernah kita prediksi akan berbentuk bagaimana. Seringkali yang kita temui hanya berupa keunikan atau kerusakan kecil. Namun berbagai keanehan fenomena alam justru jadi penanda keunikan suatu daerah.

Namun karena unik, belum tentu hal ini adalah sesuatu yang bisa dinikmati. Seringkali hal ini berbentuk seram atau aneh, sehingga otak kita tak terlalu menikmati dan justru takut jika ini adalah pertanda bencana atau hal buruk lainnya.

Berikut adalah Fenomena cuaca paling seram namun menakjubkan. Di Indonesia juga beberapa kali terjadi demikian. Mari kita simak ulasannya.

9 Fenomena cuaca paling seram tapi menakjubkan, Indonesia masuk!

1. Hujan ikan

Sejak dahulu, sudah banyak legenda yang muncul soal hujan makhluk hidup dari langit. Bahkan seseorang pernah mendokumentasikan hujan katak dari langit, serta para tentara Perancis yang semua menjadi saksi soal hujan katak di tahun 1794. Namun kejadian yang lebih nyata dan meyakinkan terjadi di Honduras, yang oleh warga setempat diberi nama fenomena Lluvia de Peces.

Lluvia de Peces adlaah hujam ikan yang terjadi di kota Yoro, Honduras. Hal ini terjadi tiap tahunnya dalam lebih dari seabad. Penjelasan umum tentang fenomena ini adalah ikan-ikan yang ada di perairan dibawa oleh angin puting beliung yang akhirnya jatuh di pemukiman warga.

 

9 Fenomena cuaca paling seram tapi menakjubkan, Indonesia masuk!

2. Lubang di langit yang mirip UFO

Sebuah kejadian aneh terjadi di daerah Stockton, California, di mana semua orang melihat lubang di langit. Lubang besar ini dianggap macam-macam oleh masyarakat; mulai dari pesawat alien hingga lubang penghubung antargalaksi. Namun semua salah.

Ini hanyalah sebuah awan yang bernama Cirrocumulus atau altocumulus, yang mengandung air yang sangat dingin namun tak membeku. Ilmuwan percaya jika awan ini ditabrak oleh benda misalnya pesawat terbang, proses pembekuan air tersebut akan terjadi dan awan tersebut akan mengkristal dan membentuk seperti lubang. Tentu es yang membeku dan bercampur awan ini akan cukup aneh jika dilihat dari Bumi, dan seketika dianggap aktivitas alien.

 

9 Fenomena cuaca paling seram tapi menakjubkan, Indonesia masuk!

3. “Firenado”, kebakaran hutan yang membuat tornado api

Tornado api tentu sudah semenyeramkan namanya. Namun kejadian langka ini jauh lebih mengerikan dari yang kita bayangkan. Hal ini terjadi biasanya ketika kebakaran hutan.

Bagaimana tidak mengerikan, kasus terparah pernah terjadi di Jepang pada tahun 1923 silam, ketika Jepang dihantam gempa 7.9 skala richter. Ketika pepohonan terbakar, muncul sebuah firenado yang akhirnya menyapu ribuan orang pengungsi.

 

9 Fenomena cuaca paling seram tapi menakjubkan, Indonesia masuk!

4. Petir yang selalu menyambar sungai ini tanpa henti

Di Venezuela terdapat sebuah sungai bernama Sungai Catatumbo, yang tak pernah berhenti disambar petir. Mulai jam 7 malam di tiap malamnya, petir akan menyambar air selama 10 jam. Hal ini terjadi hampir setiap hari, hingga dalam setahun bisa mencapai 260 malam yang dipenuhi petir.

Awalnya, tak ada yang tahu mengapa hal ini bisa terjadi. Hingga para ilmuwan memprediksi bahwa hal ini mungkin ada hubungannya dengan uranium yang terkandung dalam bebatuan di sungai tersebut. Namun tak banyak juga ilmuwan yang setuju dengan prediksi tersebut, bahkan banyak juga yang menentangnya. Walhasil, fenomena ini makin rumit jika dicari penyebabnya.

Hal ini makin bertambah misterius, karena di 2010 petir ini berhenti menyambar. Namun setelah 6 minggu berhenti, petir tersebut menyambar lagi hingga sekarang.

 

9 Fenomena cuaca paling seram tapi menakjubkan, Indonesia masuk!

5. Pelangi api, spektrum cahaya di langit

Pelangi api atau lebih dikenal dengan sebutan ilmiah circumhorizontal arc, adalah sebuah fenomena optik yang sebenarnya sering kita lihat muncul di sekitar bulan atau matahari. Biasanya kita sebut ini dengan halo. Lingkaran pelangi semacam ini juga sering kita lihat jika kita melihat lampu jalan yang terang di jalan berkabut pasca hujan.

Hal ini terjadi di langit, dikarenakan oleh pembiasan cahaya matahari oleh kristal es di awan cirrus. Pembiasan ini terjadi ketika kecepatan cahaya berkurang di dalam media tertentu, misal ketika cahaya yang melewati atmosfer yang tanpa awan masuk ke atmosfer yang mengandung awan. Dan untuk membentuk pelangi api ini, cahaya haruslah melewati awan jenis cirrus.

Fenomena ini juga biasanya selalu terjadi di bulan-bulan musim panas, dan cahaya matahari harus pada elevasi 58 derajat. Karena pembiasannya terhadap awan, biasanya kita sering juga melihat awan besar yang justru menambah keindahannya.

 

9 Fenomena cuaca paling seram tapi menakjubkan, Indonesia masuk!

6. Green Flash, cahaya hijau yang muncul dari matahari

Jika mungkin Anda pernah melihat cahaya berwarna hijau yang muncul dari matahari ketika matahari terbit atau terbenam, Anda mungkin melihat suatu fenomena unik bernama green flash.

Uniknya, kemunculan cahaya yang juga sering disebut ’emerald sunset’ ini hanya muncul selama 1 hingga dua detik saja. Sekali kedip, Anda akan melewatkan fenomena ini.

Hal ini terjadi karena pembelokan cahaya matahari oleh prisma atau bidang yang dapat membiaskan cahaya. Layaknya pelangi yang yang membiaskan cahaya putih jadi pelangi, titik-titik air lah yang membiaskan cahaya yang menyebabkan green flash. Cahaya yang bergerak lebih lambat di lapisan udara karena perbedaan ketebalan prisma, membuat cahaya dibelokkan secara melengkung dan pembiasannya terbaik.

karena matahari berwarna kuning atau jingga, maka pembiasan di area bawah seperti warna merah jingga dan kuning, tak akan terlihat. Lalu pembiasan di area atas seperti hijau biru dan ungu akan terlihat karena warnanya kontras. Namun karena warna biru dan ungu bisa dibilang warna gelap, maka seringkali tak akan terlihat. Oleh karena itu cahaya hijaulah yang akan terlihat.

 

9 Fenomena cuaca paling seram tapi menakjubkan, Indonesia masuk!

7. Petir vulkanik

Sebuah keanehan cuaca yang cukup langka terjadi namun cukup menakjubkan adalah petir vulkanik. Tentu gunung meletus saja sudah mengerikan, dan petir akan menambah kengerian fenomena alam yang langka ini.

Fenomena ngeri ini terjadi ketika tegangan listrik yang muncul dari serpihan batuan, partikel abu, dan partikel es dalam tiang vulkanik bertabrakan dan memproduksi tegangan statis. Fenomena ini biasa terjadi ketika badai petir biasa, namun ini terjadi saat aktivitas vulkanik.

Jadi ketika tiang erupsi mulai runtuh terbawa angin, petir akan diproduksi kurang-lebih sekitar 300 petir. Letusan vulkanik ini juga melepaskan jumlah besar air yang akhirnya menciptakan badai petir yang lebih mengerikan lagi.

Hal ini pernah terjadi di Gunung Rinjani (gambar di atas), Lombok Utara. Namun yang terkenal terjadi di Chaiten, Chile, Augustine, Alaska, Serta Eyjafjallajokull di Islandia.

 

9 Fenomena cuaca paling seram tapi menakjubkan, Indonesia masuk!

8. Awan menggulung

Awan menggulung ini bentuknya cukup mengerikan dan jika kita lihat langsung tentu akan cukup ketakutan. Bagaimana tidak, awan ini bentuknya seperti tornado yang sedang ‘tidur.’ Oleh karena itu seringkali masyarakat yang melihatnya tiba-tiba ketakutan dan menganggapnya badai.

Hal ini terjadi karena suhu udara terbalik, dan udara hangat tiba-tiba berada di atas udara dingin. Dengan ini, angin akan berubah kecepatan dan arah, yang selanjutnya akan menyebabkan efek menggulung dari awan ini.

 

9 Fenomena cuaca paling seram tapi menakjubkan, Indonesia masuk!

9. Langit terbelah di Pontianak

Di 2011 lalu, pemandangan aneh terjadi di Pontianak, di mana sebuah awan bergumpal dan membentuk seakan-akan Bumi terbelah. Hal ini dilihat sebagai hal yang unik oleh warga Kalimantan.

Hal ini terjadi cukup cepat, hanya sekitar 11 menit dan dalam sekejap peristiwa ini hilang begitu saja.

Sayangnya ilmuwan Indonesia tak ada yang bisa menjelaskan peristiwa ini. Pihak BMKG menyebut hal ini adalah kejadian yang biasa-biasa saja. Padahal setiap fenomena unik seharusnya ada penjelasannya.

loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*