Akhir Pelarian Ius Pane, Buron Perampokan di Pulomas

Duniamu.id – Salah satu tersangka perampokan dan pembunuhan di Pulomas yang menjadi buron, Ridwan Sitorus alias Ius Pane, akhirnya diringkus kepolisian saat hendak bersembunyi di Medan, Sumatera Utara, Minggu (1/1/2016).

Ius ditangkap oleh tim gabungan dari Polrestro Jakarta Timur, Polresta Depok, dan Ditkrimum Polda Metro Jaya.

Penangkapan Ius itu dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana Marpaung.

Pria 54 tahun itu ditangkap saat berada di salah satu pool bus Antar Lintas Sumatera atau ALS.

Ius yang ditangkap di Medan pada Minggu pagi ini langsung diterbangkan dengan pesawat Citilink dan tiba di Bandara Halim Perdanakusumah pada Minggu siang.

Ius yang berkulit hitam itu terlihat tegang dan terus menunduk saat konferensi pers berlangsung.

Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) Mochamad Iriawan yang memimpin konferensi pers turut memamerkan Ius kepada awak media.

Berbeda dengan Ius, Iriawan justru terlihat senang karena seluruh pelaku pembunuhan di Pulomas sudah tertangkap.

“Dengan demikian, tuntas semua pelaku (pembunuhan di Pulomas) sudah bisa kami ungkap semua,” kata Iriawan dalam keterangannya kepada wartawan.

Iriawan menyampaikan, Ius tak melawan ketika diringkus polisi. Pada awalnya, Ius sempat mencoba melawan.

Namun, karena jumlah anggota kepolisian yang meringkusnya lebih banyak, akhirnya Ius menyerah.

Setelah ini, polisi membawa Ius untuk mendatangi lokasi penyewaan mobil yang digunakan untuk melakukan kejahatan di Pulomas.

Polisi juga menggeledah rumah kontrakan Ius di Bekasi, Jawa Barat. Polisi juga akan mengumpulkan berbagai barang bukti, seperti senjata tajam atau parang dan senjata api.

Dari rekaman kamera CCTV, diketahui bahwa Ius merupakan orang yang menyeret salah satu korban tewas, Diona Arika. Dia menyeret Diona dari kamarnya di lantai 2 ke lantai 1.

Ius juga menjambak rambut Diona dan memukul Diona menggunakan senjata api. Selain itu, Ius Pane telah menjual barang bukti lainnya, yakni handphone. Dia menjual handphone tersebut di Warung Jambu.

“Kemudian kami rencana akan merilis secara lengkap peristiwa tersebut hingga lurus. Karena ini murni perampokan,” kata Iriawan.

Buron

Ius Pane merupakan tersangka terakhir yang ditangkap polisi. Sebelumnya, polisi menangkap Ramlan Butarbutar dan Erwin Situmorang. Ramlan tewas tertembak, sedangkan Erwin mengalami luka tembak.

Selanjutnya, polisi menangkap Alfins Bernius Sinaga sudah ditangkap di Villamas Indah, Bekasi Utara, Jawa Barat.

Mereka berempat merampok di kediaman Dodi Triono di Pulomas yang diwarnai penyekapan dan menewaskan enam orang, Senin (26/12/2016). Polisi baru mengetahui hal tersebut pada Selasa (27/12/2016).

“Kami punya target memang tim saya seminggu maksimal harus keurus (pelaku tertangkap) semua. Alhamdulillah 19 jam, pelaku tertangkap semua,” kata Iriawan.

Adapun Ius baru tertangkap Minggu pagi. Dia menjadi buron atau daftar pencarian orang (DPO).

Polisi menyebar foto dan ciri-ciri Ius ke media massa. Sampai akhirnya, Ius diringkus enam hari setelah peristiwa tersebut terjadi.

“(Penangkapan Ius lebih lama) karena (pelaku pembunuhan) berpencar. Kemudian dia beberapa kali pindah tempat, sehingga akhirnya kami ketahui yang bersangkutan berjalan ke Medan dari Jakarta,” kata Iriawan.

Meski demikian, lanjut dia, target penangkapan masih terpenuhi. Ia berharap, penangkapan Ius Pane dapat menjadi kado tahun baru bagi masyarakat. Sebab, kelompok pembunuh di Pulomas ini merupakan pembunuh yang sadis.

Mereka bisa merampok tiga kali dalam satu pekan. Hal itu diketahui dari keterangan Ius.

“Pengakuannya, (perampokan) pertama di Purwakarta. Kemudian di Jonggol dan Pulomas,” kata Iriawan.

Dalam merampok rumah warga, kata Iriawan, mereka melakukannya secara berkomplot. Ketika perampokan di Pulomas misalnya, ada 4 orang yang merampok dan membunuh tuan rumah.

Hanya saja, anggota kelompok Ius ketika merampok berbeda-beda. “Tapi tahun 2011, saat itu Ius keluar (dari penjara) 4,5 tahun dengan kelompok yang berubah-ubah juga,” kata Iriawan.

Dari peristiwa perampokan dan pembunuhan di Pulomas, korban yang meninggal adalah Dodi Triono (59) selaku pemilik rumah, dua anak Dodi bernama Diona Arika (16) dan Dianita Gemma (9), Amel yang merupakan teman dari anak Dodi, serta Yanto dan Tasrok yang merupakan sopir keluarga.

Sementara itu, korban selamat bernama Zanette Kalila (13), yang merupakan anak Dodi. Korban lain yang selamat adalah Emi, Santi (22), Fitriani, dan Windy.

loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*