Don't Show Again Yes, I would!

Apa Itu Kalimat Efektif? Ini Dia Pengertian, Ciri-ciri dan Contohnya

Pernahkah kamu membaca sebuah tulisan yang kalimatnya sulit untuk dipahami? Jika kamu pernah menemui tulisan tersebut, mungkin yang kamu baca tidak menggunakan kalimat efektif.

Penggunaan kalimat efektif sangat penting dalam sebuah karya tulis. Untuk membuat sebuah kalimat menjadi efektif, terdapat ciri-ciri yang perlu kamu ketahui.

Jika kamu kesulitan untuk membuat sebuah kalimat efektif, ayo simak ulasan berikut ini.

Pengertian Kalimat Efektif

Kalimat efektif adalah kalimat yang mudah dipahami oleh pembaca, dan dapat mengungkapkan gagasan sesuai dengan yang diinginkan oleh penulis.

Kalimat menjadi efektif, jika pembaca dapat memahami tulisan dengan baik serta dapat mengutarakan kembali apa yang telah dibaca.

Kalimat ini disusun sesuai dengan kaidah susunan penempatan subjek, predikat, objek dan keterangan. Serta memenuhi ejaan yang sudah disempurnakan.

Pilihan kata dalam jenis kalimat ini juga ditulis dengan baik, sehingga pembaca dapat memperoleh pemahaman. Sata membaca kalimat efektif maka pembaca tidak akan mendapatkan kesalahan tafsir.

Jenis kalimat ini, biasanya digunakan dalam teks ilmiah seperti laporan, skripsi, tesis, disertasi, makalah, dan teks sejenisnya.

Ciri-ciri Kalimat Efektif

Untuk membuat sebuah kalimat efektif, kamu dapat mempelajari ciri-cirinya. Membuat sebuah kalimat efektif dapat dilakukan dalam bentuk kalimat singkat, maupun kalimat panjang.

1. Memiliki keseimbangan gagasan dan struktur

Kalimat efektif harus seimbang antara gagasan dan struktur yang dipakai. Beberapa poin harus diperhatikan supaya sebuah kalimat menjadi efektif.

a. Subjek dan predikat jelas

Subjek dan predikat dalam kalimat efektif harus jelas dan tidak mengandung tafsir ganda. Subjek dalam penggunaan kalimat efektif tidak diberi kara depan agar subjek jelas.  Subjek ganda akan menyebabkan kalimat sulit dipahami.

Contoh

  • Untuk semua guru di SDN Nusantara diharuskan menggunakan seragam secara lengkap. (Salah)
  • Semua guru di SDN Nusantara diharuskan menggunakan seragam secara lengkap. (Benar)
  • Bagi siswa yang mengikuti acara Pentas Seni harus mendaftar sebelum jam 08.00. (Salah)
  • Siswa yang mengikuti acara Pentas Seni harus mendaftar sebelum jam 08.00. (Benar)

Tidak menggunakan kata yang sebelum predikat

Adanya kata yang diawali predikat membuat pengertiannya menjadi hilang.

Contoh:

  • Rumahku yang terletak di Jalan Anggrek berwarna hitam. (Salah)
  • Rumahku terletak di Jalan Anggrek berwarna hitam. (Benar)
  • Tina yang sedang bermain di taman. (Salah)
  • Tina sedang bermain di taman. (Benar)

Kalimat tunggal tidak menggunakan kata hubung

Kata hubung berfungsi untuk menyambung kalimat majemuk, jadi kata hubung tidak boleh digunakan dalam kalimat tunggal.

Contoh:

  • Aku bangun kesiangan. Sehingga aku terlambat sekolah. (Salah)
  • Aku bangun kesiangan, sehingga aku terlambat sekolah. (Benar)

Memiliki bentuk paralel

Ciri-ciri kalimat efektif yang kedua adalah memiliki bentuk keparalelan.

Keparalelan ini artinya jika kata bentuk pertama menggunakan kata benda, maka bentuk setelahnya juga harus menggunakan kata benda.

Begitu pula jika bentuk pertama menggunakan kata kerja, maka bentuk selanjutnya juga harus menggunakan kata kerja.

Contoh:

  • Tina suka berenang, menulis, dan bermain sepak bola.

Kehematan Kata

Sebuah kalimat efektif harus menggunakan penghematan kata. Artinya bahwa sebuah kalimat dibuat tidak menggunakan kata, frasa atau bentuk lainnya secara berlebihan.

Sebaiknya membuat sebuah kalimat dibuat dengan jelas,sehingga pembaca tidak bingung dan pusing saat membacanya.

Terdapat beberapa hal penting yang perlu diperhatikan saat menerapkan kehematan kata ini, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.

Tidak menggunakan pengulangan subjek

Dalam kalimat efektif, subjek tidak boleh digunakan lagi dalam satu kalimat, sehingga, subjek hanya digunakan satu kali dalam satu kalimat.

Contoh:

  • Karena Budi sakit gigi, Budi tidak masuk sekolah. (Salah)
  • Karena sakit gigi, Budi tidak masuk sekolah. (Benar)
  • Karena dia merasa sakit kepala, jadi dia pulang ke rumah. (Salah)
  • Karena merasa sakit kepala, jadi dia pulang ke rumah. (Benar)
  • Saat Ibu ke pasar, Ibu membeli kue pukis. (Salah)
  • Saat ke pasar, Ibu membeli kue pukis. (Benar)

Tidak menggunakan kesinoniman dalam satu kalimat

Dalam satu kalimat jika terdapat makna yang sama atau sinonim, maka hanya menggunakan salah satunya saja.

Contoh:

  • Dina rajin belajar agar supaya nilainya bagus. (Salah)
  • Dina rajin belajar supaya nilainya bagu. (Benar)
  • Dengan melalui surat tersebut, dia mengundurkan diri. (Salah)
  • Dengan surat tersebut, dia mengundurkan diri. (Benar)
  • Sejak pada hari itu ia tidak masuk kerja. (Salah)
  • Sejak hari itu ia tidak masuk kerja. (Benar)

Penggunaan Kata Jamak

Saat membuat kalimat bermakna jamak, maka tidak harus menambahkan kata lain yang juga bermakna jamak.

Contoh:

  • Para siswa-siswa harap tenang. (Salah)
  • Para siswa diharap tenang. (Benar)
  • Hadirin sekalian dimohon berdiri. (Salah)
  • Hadirin dimohon berdiri. (Benar)

Penulisan Logis

Kalimat efektif harus menggunakan kelogisan bahasa. Jadi, kalimat harus dapat diterima oleh akal sesuai dengan ejaan yang berlaku.

Contoh:

  • Lukisan itu memperlihatkan hampir menyerupai aslinya. (Salah)
  • Foo itu hampir menyerupai aslinya. (Benar)
  • Kepada Bapak Lurah waktu dan tempat kami persilakan. (Salah)
  • Kepada Bapak Lurah, kami persilakan menyampaikan sambutan. (Benar)

Perhatikan Pemilihan Kata

Kalimat efektif harus memperhatikan kecermatan penalaran, sehingga pemilihan kata harus benar. Kecermatan tersebut dilakukan supaya tidak menimbulkan makna ganda.

Contoh:

  • Dosen yang mengajar di perguruan tinggi itu terkenal karena sederhana. (Salah)
  • Dosen itu terkenal karena kesederhanaannya. (Benar)
  • Dita adalah siswa paling tertinggi ke sekolahnya. (Salah)
  • Dita adalah siswa paling tinggi di sekolahnya. (Benar)

Demikian adalah penjelasan tentang kalimat efektif, mulai dari pengertiannya, ciri-ciri, serta contohnya. Membuat kalimat efektif harus memperhatikan ciri-ciri kepenulisan. kalimat

 

 

Share:

Lala

seorang penulis artikel yang telah memiliki pengalaman selama 2 tahun di bidang content writing. Dengan keahlian yang terus berkembang, dia mampu menyajikan informasi secara jelas dan menarik. Dengan dedikasinya dalam dunia penulisan, Koci telah mengumpulkan beragam pengalaman, termasuk penelitian, pengoptimalan SEO, dan penanganan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *