Don't Show Again Yes, I would!

Apa Saja Jenis Bullying? Ini Dia Pengertian dan Dampaknya Bagi Anak-anak

Tahukah Anda bahwa terdapat beberapa jenis bullying yang dapat menjadi masalah serius jika tidak ditangani dengan benar. Beberapa perilaku yang termasuk jenis bullying tidak hanya tindakan kekerasan. Namun, tindakan seperti celaan dan cemooh juga termasuk perilaku bullying.

Tindakan bullying atau perundungan juga dapat menyebabkan dampak yang serius bagi perkembangan dan pertumbuhan anak-anak. Oleh karena itu perilaku perundungan tidak boleh dianggap enteng. Baik guru di sekolah maupun orang tua di rumah harus mengerti apa saja jenis bullying beserta dampaknya.

Pengertian Bullying

Sebelum mengenal apa saja jenis bullying, perlu Anda ketahui dahulu pengertian dari bullying ini.

Bullying atau dalam Bahasa Indonesia merupakan tindakan mengusik yang membuat takut, menangis, dan lain sebagainya, seperti merusak secara verbal maupun nonverbal.

Bullying atau perundungan adalah segala tindakan dalam bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang lebih berkuasa dengan sengaja maupun tidak sengaja. Dengan tujuan untuk menyakiti dna tindakan ini dilakukan secara terus menerus.

Biasanya perundungan dilakukan oleh orang yang lebih kuat atau memiliki berkuasa. Seseorang yang terkena gangguan bullying akan terganggu kesehatan mentalnya. Beberapa hal yang dapat terjadi yaitu gangguan kecemasan, bahkan depresi.

Oleh karena itu, untuk meminimalisir terjadinya perundungan perlu Anda ketahui terlebih dahulu apa saja jenis bullying dan bagaimana dampaknya bagi anak-anak.

Jenis-jenis Bullying

Berikut ini duniamu.id rangkumkan apa saja jenis bullying beserta penjelasanya, agar orang tua dan guru dapat mencegah dan meminimalisir tindakan bullying.

Bullying Verbal

Bullying verbal atau perundingan yang dilakukan secara verbal adalah jenis bullying yangs ering terjadi. karena jenis perundungan ini biasanya tidak disadari bahkan oleh pelaku bullying.

Contoh bullying verbal adalah melontarkan ucapan atau perkataan yang tidak menyenangkan dan dapat menyinggung atau menyakiti orang yang di cela.

Oleh karena itu, terkadang tindakan bullying ini dianggap hanya sebuah candaan dan pelaku perundungan biasanya tidak sadar telah melakukan tindakan perundungan.

Beberapa kalimat kasar atau ejekan yang ditujukan pada seseorang merupakan salah satu contoh jenis bullying ini. Disinilah peran guru disekolah dibutuhkan jika terdapat tanda-tanda bullying verbal langsung ingatkan anak bahwa hal tersebut adalah salah dna tidak boleh dilakukan.

Physical Bullying

Jenis bullying selanjutnya adalah physical bullying atau perundungan fisik. jenis perundangan ini telah banyak ditemui kasusnya di Indonesia. perundungan fisik dilakukan pada seseorang seperti tindakan kekerasan yang dapat menimbulkan bekas,seperti pukulan, tendangan dan tamparan.

Perundang fisik ini tidak hanya hal yang dapat menyebabkan luka, tetapi hal-hal kecil seperti menggertak, melempari benda-benda kecil, atau menghadang jalan juga termasuk dalam jenis perundungan ini.

Ketika melihat tanda-tanda bullying ini orang tua dan guru harus segera mengambil tindakan pencegahan.

Social Bullying

Perundungan sosial atau social bullying adalah kegiatan perdagangan yang dilakukan oleh sekelompok orang terhadap seseorang. Tindakan yang dilakukan dapat berupa intimidasi yang dapat menyebabkan korban kesulitan bersosialisasi dna selalu ketakutan.

Tindakan bullying social ini juga dapat sangat meresahkan, apalagi kegiatan ini banyak dicontohkan dalam film atau drama-drama.

Untuk mencegah kegiatan  perundungan ini maka diperlukan peran orang tua agar membatasi anak-anaknya untuk melihat tontonan yang sesuai dengan usianya.

Jangan sampai anak terpengaruh oleh tontonan dan meniru tindakan tersebut karena dianggap hal yang biasa.

Cyber Bullying

Jenis bullying yang sekarang ini sangat banyak ditemukan adalah cyber bullying. Bahkan hal ini tidak hanya berlaku pada anak-anak. Tetapi pada orang dewasa juga. Tindakan perundungan di dunia maya biasanya berupa komentar-komentar pedas atau munculnya hater.

Tindakan  perundungan ini sulit untuk dihentikan oleh karena itu diperlukan  tindakan pencegahan. Yaitu dengan mengurangi postingan atau bermain Handphone untuk anak-anak.

Jika mendapat anak-anak atau peserta didik melakukan bullying ini guru atau orang tua harus segera menegur dna mencontohkan yang baik-baik.

Sexual Bullying

Jenis bullying selanjutnya adalah sexual bullying atau perundungan seksual yang dapat dikategorikan tindakan perundungan yang paling berbahaya.

Dewasa ini kita menemukan banyak sekali kasus pelecehan seksual yang terjadi pada anak-anak. Maka dari itu orang tua dan guru harus memberikan benteng berupa pengetahuan pada anak-anak untuk mencegah terjadinya sexual bullying.

Dualis seks sangatlah diperlukan pada nakapnak apalagi pada zaman  sekarang. Guru dan orang tua harus berperan aktif dalam mencegah terjadinya sexual bullying ini.

Dampak Bullying

Selain jenis bullying yang harus diketahui oleh orang tua dan guru, dampak bullying juga perlu dimengerti.

Dampak bullying tidak hanya terjadi ada korban perundungan tetapi juga berdampak pada pelaku. Apa saja dampak tersebut? simak ulasannya berikut ini.

Dampak bagi korban

Bagi korban bullying dapat menyebabkan hal-hal berikut ini.

Memicu gangguan mental

Beberapa gangguan mental yang dapat disebabkan yaitu gangguan cemas, depresi, ketakutan hingga post traumatic stress disorder (PTSD).

Menurunya prestasi

Korban bullying akan merasa kesulitan untuk fokus bahkan akan ketakutan di sekolah yang dapat menurunkan prestasi.

Trust issue

Seseorang yang pernah mendapatkan bullying akan lebih sulit untuk mempercayai orang-orang disekitarnya.

Memicu masalah kesehatan

Korban bullying dapat terkena masalah kesehatan seperti penurunan daya tubuh sakit kepala hingga gangguan susah tidur atau insomnia.

Dampak bullying bagi pelaku

Selain bagi korban, pelaku juga akan mendapatkan imbas dari hal yang telah dilakukannya, seperti:

  • Mengalami gangguan emosi
  • Sulit mengontrol emosi
  • Beresiko akan sulit mendapatkan pekerjaan jika sudah terlibat kasus bullying
  • Berisiko melakukan tindakan kekerasan di lingkungannya
  • Dapat dikeluarkan di sekolah
  • Berisiko dikucilkan di lingkungan lain jika mempunyai catatan sebagi pelaku bullying

 

 

 

 

 

Share:

Lala

seorang penulis artikel yang telah memiliki pengalaman selama 2 tahun di bidang content writing. Dengan keahlian yang terus berkembang, dia mampu menyajikan informasi secara jelas dan menarik. Dengan dedikasinya dalam dunia penulisan, Koci telah mengumpulkan beragam pengalaman, termasuk penelitian, pengoptimalan SEO, dan penanganan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *