Don't Show Again Yes, I would!

Bagian-bagian Mikroskop: Pengertian dan Cara Pemakaian

Mikroskop adalah alat yang biasanya ditemukan di laboratorium, pasti kamu juga tidak asing dengan alat ini. Namun, sudah tahukah kamu bagian-bagian mikroskop beserta cara pemakaiannya?.

Dalam artikel kali ini mari mengenal lebih dekat tentang pengertian mikroskop, bagian-bagiannya, serta fungsi dan cara menggunakannya.

Pengertian Mikroskop

Mikroskop adalah sebuah alat yang memanfaatkan fungsi optik untuk mengamati objek-objek yang sangat kecil dan tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.

Mikroskop terdiri dari beberapa lensa yang setiap lensanya memiliki kemampuan perbesaran masing-masing.

Awal mula ditemukannya mikroskop adalah ketika pada akhir abad ke 17 Antonie van Leeuwenhoek menemukan lensa tunggal, yang berupa mikroskop genggam dan dapat memperbesar objek hingga 270 kali.

Penemuan tersebut membuat mikroskop dikembangkan lagi dan benar-benar digunakan. Kemudian pada era yang sama Leeuwenhoek, Robert Hooke menjadi orang pertama yang menggunakan mikroskop dengan tiga lensa, hingga dapat menemukan unit terkecil organisme yaitu sel.

Bagian-bagian Mikroskop Dan Fungsinya

Sebagian sebuah alat yang dapat membantu manusia untuk melakukan suatu penelitian, mikroskop memiliki bagian bagian penting yang perlu diperhatikan.

Berikut ini adalah bagian-bagian dari suatu mikroskop.

Mikroskop terbuat dari beberapa bahan yang memiliki standar dan ketentuannya masing-masing. Bagian dari mikroskop dapat dibedakan menjadi dua yaitu bagian optik dan non optik.

Bagian-bagian Optik Mikroskop

  • Lensa objektif, digunakan untuk memperbesar bayangan benda. Terdapat lensa dengan perbesaran 4x, 10x, 45x, dan 100 kali. Ciri khas dari jenis lensa ini adalah jika ada yang di dekat objek maka bayangan dari benda akan tampak diperbesar.
  • Lensa okuler, digunakan untuk menghubungkan langsung dengan mata atau lensa, fungsi dari jenis ini adalah untuk memperbesar objek, pada lensa jenis ini memiliki 3 buah lensa dengan perbesaran 15x, 10x, dan 5x.
  • Cermin, digunakan untuk mengarahkan cahaya pada objek, cermin dapat digunakan jika cahaya yang dibutuhkan telah terpenuhi. Sedangkan pada cermin cekung digunakan jika proses pengumpulan cahaya.
  • Diafragma, mempunyai fungsi untuk mengatur cahaya serta objek. Namun, cermin ini akan dapat digunakan untuk mengatur intensitas cahaya yang akan masuk ke lensa objektif.

Bagian Mekanik Mikroskop

Bagian mekanik adalah bagian yang melindungi dan berfungsi mendukung pemakaian mikroskop.

Berikut ini adalah bagian-bagian mikroskop yang termasuk bagian mekanik.

  • Penjepit preparat, fungsinya adalah supaya objek yang diamati tidak bergeser-geser.
  • Meja preparat, berfungsi untuk meletakkan objek yang akan diamati.
  • Tabung mikroskop, berfungsi untuk menghubungkan antara lensa okuler dengan lensa objektif sehingga objek dapat dilihat dengan jelas.
  • Revolver, berfungsi untuk mengatur besar dan kecilnya lensa objektif.
  • Mikrometer, berfungsi untuk menaikkan seta menurunkan tabung mikroskop dengan tempo yang lambat berbentuk lebih kecil dari makrometer.
  • Makrometer, berfungsi untuk menggerakkan tabung mikroskop dengan cepat, memiliki ukuran yang lebih besar dari mikrometer.
  • Lengan mikroskop, berfungsi sebagai pegangan saat membawa serta memindahkan mikroskop.
  • Sekrup, disebut dengan sendi inklinasi, berfungsi untuk mengatur sudutnya mikroskop.
  • Kaki mikroskop, digunakan sebagai penopang dan penyangga supaya mikroskop tidak jatuh.
  • Kondensor, berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk.

Cara Pemakaian Mikroskop

Setelah mengetahui bagian-bagian mikroskop, setelah itu bagaimana cara menggunakannya? Berikut ini adalah langkah-langkah dasar pemakaian mikroskop.

  • Siapkan mikroskop, pegang lengan mikroskop dengan tangan kanan dan tangan kiri memegang alas atau kaki mikroskop.
  • Atur lensa okuler dan lensa objektif hingga perbesaran paling besar.
  • Putar diafragma supaya terbuka.
  • Arahkan cermin, sehingga mendapatkan cahaya yang dipantulkan dengan baik.
  • Siapkan preparat yang akan diamati kemudian jepit di meja preparat.
  • Atur fokus objek dengan cara memutar makrometer dan mikrometer.
  • Putar revolver sehingga mendapatkan perbesaran gambar yang diinginkan.

Jenis-jenis Mikroskop

Terdapat dua jenis mikroskop secara umum yaitu mikroskop cahaya dan elektron. Dari kedua jenis tersebut kemudian dibagi lagi menjadi beberapa macam.

Mikroskop cahaya

Mikroskop cahaya menggunakan prinsip kerja cahaya dengan memantulkan cahaya ke cermin, sehingga kamu dapat melihat objek yang ada pada preparat dengan lebih jelas.

Mikroskop monokuler, adalah mikroskop cahaya yang hanya mempunyai satu jenis lensa i=okuler saja untuk mengamati sebuah objek.

Mikroskop binokuler, adalah mikroskop yang mempunyai dua lensa okuler, sehingga kita dapat mengamati objek yang kecil atau mikroskopis menggunakan kedua lensanya. Objek yang dapat diamati menggunakan jenis ini adalah bakteri, virus, dan lain sebagianya.

Mikroskop Elektron

Jenis mikroskop elektron adalah mikroskop yang memanfaatkan elektron untuk sumber energi sehingga dapat melihat objek yang diamati, mikroskop elektron dapat memperbesar ukuran objek hingga satu juta kali lebih besar dari ukuran sebenarnya.

 

 

 

 

 

 

Share:

Lala

seorang penulis artikel yang telah memiliki pengalaman selama 2 tahun di bidang content writing. Dengan keahlian yang terus berkembang, dia mampu menyajikan informasi secara jelas dan menarik. Dengan dedikasinya dalam dunia penulisan, Koci telah mengumpulkan beragam pengalaman, termasuk penelitian, pengoptimalan SEO, dan penanganan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *