Don't Show Again Yes, I would!

Contoh Ice Breaking Seru dan Menarik untuk Anak SD, Beserta Petunjuk dan Caranya

Suasana kelas yang tidak berubah dapat menyebabkan kejenuhan baik bagi siswa atau guru itu sendiri. Oleh karena itu membangkitkan suasana kelas agar siswa lebih semangat untuk belajar dapat dilakukan dengan melakukan ice breaking.

Ada banyak sekali contoh ice breaking yang dapat diterapkan oleh guru saat berada di kelas. Khususnya bagi siswa Sekolah Dasar (SD) yang cenderung mudah bosan, sesekali guru dapat memberikan ice breaking agar siswa merasa semangat.

Kegiatan belajar yang menyenangkan tentu saja akan membuat siswa lebih tertarik untuk melanjutkan pembelajaran.

Nah untuk mengetahui contoh ice breaking seru dan menarik yang dapat diterapkan pada anak SD, ayo simak ulasan berikut ini.

Apa itu ice breaking?

Sebelum menerapkan contoh ice breaking seru untuk anak SD, lebih baik jika memahami terlebih dahulu mengenai pengertian ice breaking itu sendiri.

Tahukah kamu apa sih sebenarnya ice breaking itu?.

Ice breaking merupakan istilah dalam bahasa Inggris yang mengandung arti pemecah es, atau secara istilah berarti suatu cara atau metode untuk mencairkan suasana atau memperkenalkan dan memulai suatu kegiatan.

Ice breaking adalah kegiatan yang dilakukan untuk mencairkan suatu suasana dalam sebuah kegiatan agar menghilangkan perasaan seperti jenuh, capek, bosan dan lain sebagainya, sehingga peserta dapat semangat lagi.

Selain itu ice breaking juga dapat digunakan untuk meningkatkan hubungan antar tim karena biasanya dilakukan dalam serangkaian permainan baik kelompok atau individu.

Apa manfaat melakukan ice breaking?

Penerapan ice breaking biasanya dilakukan pada kegiatan seperti pelatihan, seminar, pembelajaran dan lain sebagainya. Tujuan ice breaking juga bermacam-macam, misal saat pelatihan untuk memperkuat kerjasama tim. Atau saat pembelajaran untuk meningkatkan semangat siswa dalam belajar.

Namun, secara umum penerapan ice breaking ini adalah sebagai berikut.

  • Menghilangkan rasa kantuk, bosan, dan jenuh bagi peserta/siswa
  • Membuat suasana lebih rileks dan nyaman
  • Mengakrabkan seluruh peserta/siswa atau orang yang mengikuti
  • Membuat suasana lebih menyenangkan
  • Melatih konsentrasi peserta/siswa, dengan beberapa teknik permainan
  • Mengoptimalkan daya pikir, kreativitas dan logika

Dari manfaat-manfaat tersebut, bagi siswa SD kegiatan ice breaking juga dapat mendorong siswa untuk percaya diri dan aktif. Karena dilakukan dengan suasana yang seru maka guru perlu menerapkan contoh ice breaking yang sesuai dengan siswa di SD.

Contoh Ice breaking Seru untuk Anak SD

Permainan ekor naga

  • Siswa dibagi menjadi dua kelompok
  • Setiap kelompok berbaris memanjang, kemudian kelompok A dan B saling menyatu membentuk setengah lingkaran
  • Kelompok A anak paling depan menjadi kepala, dan kelompok B anak paling belakang menjadi ekor
  • Kepala naga harus mengincar ekor naga, sedangkan ekor harus menghindar

Harimau Makan Harimau

Permainan ini akan melatih daya konsentrasi siswa

  • Siswa dipandu untuk membentuk sebuah lingkaran
  • Guru menginstruksikan siswa mengangkat kedua tangan setinggi bahu
  • Tangan kanan dibuka lebar, tangan kiri ditekan di bahu teman sebelahnya
  • Aturannya adalah siswa harus menghindar secepat mungkin jangan sampai terkena tangan teman sebelahnya, ketika ada kata harimau diucapkan guru
  • Guru akan membacakan sebuaa cerita setiap kali ada kata harimau siswa akan saling berusaha menangkap tangan teman sebelahnya, siswa yang tertangkap harus keluar dari lingkaran

Permainan hitung cepat

Permainan ini akan melatih konsentrasi, dan daya ingat siswa

  • Siswa diharuskan untuk berhitung dari bangku depan berputar ke belakang
  • Namun setiap kelipatan 2 atau kelipatan 4, siswa dilarang menyebutkan angka melainkan diganti dengan teriakan dorr atau hore
  • Siswa yang salah tidak boleh ikut dalam permainan lagi, yang paling lama bertahan adalah yang menang

Permainan sambung kata

Permainan ini membantu siswa untuk meningkatkan daya ingat dan konsentrasinya

  • Guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok 2 atau 3 kelompok
  • Lalu siswa berdiri berjajar dengan kelompoknya masing-masing
  • Lalu pertama guru menyebutkan satu kata, yang harus diteruskan oleh satu persatu siswa setiap kelompok
  • Misal guru menyebutkan kata “membeli”, kemudian siswa urutan pertama meneruskan “membeli roti”, siswa kedua “membeli roti rasa cokelat” siswa ketiga “membeli roti rasa coklat di warung” dan seterusnya
  • Masing-masing kelompok harus ingat yang dikatakan teman sebelumnya, jika ada yang tidak ingat maka dinyatakan kalah

Permainan mengulang petunjuk

Permainan ini untuk melatih konsentrasi

  • Guru menjelaskan sebuah petunjuk, misal jika jempol itu saya, telunjuk itu kamu, kelingking itu dia
  • Kemudian ketika guru mengangkat jempol siswa harus menjawab dengan “kamu”, jika kelingking siswa menyaut “dia”
  • Guru harus memperhatikan siswa yang salah menjawab dan tidak fokus

Permainan ada berapa kata?

Cara melakukan permainan ini adalah:

  • Siswa harus mengikuti perkataan guru
  • Misal guru mengatakan “ayam, ayam, kucing, angsa, angsa, angsa, ayam, kucing”
  • Kemudian guru bertanya “berapa jumlah angsa?”
  • Siswa harus dapat mengingat berapa kata yang disebutkan tadi

Permainan mencari kata

  • Siswa harus menempelkan atau menyentuh benda dengan kategori yang ditetapkan oleh guru
  • Misal kategorinya warna, maka setiap ada kata macam-macam warna siswa harus mencari benda dengan warna tersebut dan menempelkan tangannya
  • Misal guru bercerita “ada seekor bebek putih yang sedang mandi” siswa harus mencari benda berwarna putih dan menyentuhnya

Permainan Jika Maka

  • Guru memberikan petunjuk untuk siswa untuk membentuk 2 kelompok
  • Kelompok A adalah kelompok Jika, dan kelompok B adalah kelompok Maka
  • Pada kelompok A, semua anggota kelompok harus membuat suatu kalimat yang diawali dengan Jika, misal Jika aku mandi, Jika dita jatuh, Jika aku makan dll
  • Sedangkan kelompok B semua anggota harus menulis kalimat dengan awalan kata Maka, misal Maka aku menari, Maka aku sedih, dll
  • Kemudian guru menunjukkan bergiliran 1 anak dari kelompok A dan satu anak dari kelompok B
  • Anak tersebut membacakan kalimatnya masing-masing dna disatukan, akan ada beragam jawaban lucu yang terjadi

 

 

 

Share:

Lala

seorang penulis artikel yang telah memiliki pengalaman selama 2 tahun di bidang content writing. Dengan keahlian yang terus berkembang, dia mampu menyajikan informasi secara jelas dan menarik. Dengan dedikasinya dalam dunia penulisan, Koci telah mengumpulkan beragam pengalaman, termasuk penelitian, pengoptimalan SEO, dan penanganan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *