Don't Show Again Yes, I would!

Dampak Bullying pada Korban dan Pelaku, Orang Tua Wajib Tahu!

Tindakan agresif yang dilakukan oleh individu atau sekelompok orang pada orang lain merupakan tindakan kekerasan yang disebut dengan bullying. Kekerasan dapat dilakukan secara verbal, fisik,atau emosional yang dapat mempengaruhi kehidupan seseorang. Terdapat dampak bullying yang akan dirasakan baik oleh korban maupun pelaku tindakan tersebut.

Tindakan bullying sering ditemui pada anak sekolah baik itu tingkat Sekolah Dasar, dan bahkan pada perguruan tinggi. Namun, hal tersebut tidak menutup kemungkinan ada juga kasus tindakan kekerasan ini di lingkungan lain seperti tempat kerja bahkan keluarga.

Dampak bullying dapat mengganggu kesehatan seseorang, dan bahkan dapat mengakibatkan trauma berat apalagi pada anak-anak yang pikirannya masih sangat rentan. Lalu apa saja sebenarnya dampak yang diakibatkan oleh tindakan ini? Ayo simak ulasan berikut ini untuk mengetahui informasi lengkapnya.

 Dampak Bullying pada Korban

Dampak bullying akan sangat dirasakan oleh korban, karena dengan mendapat tindakan kekerasan yang terus-menerus korban akan merasa terbebani baik secara fisik maupun mentalnya. Sering kali korban bullying bahkan mendapatkan trauma, yang dapat memicu tindakan lain seperti hilang kepercayaan diri dan depresi.

Sehingga para orang tua dan guru harus terus memperhatikan dan mencegah agar tidak ada perilaku bullying pada lingkungan sekitar anak-anak.

Berikut ini adalah dampak bullying pada korban yang perlu diketahui untuk mengingatkan kembali berbahayanya tindakan.

Menjadi Rendah Diri dan Hilang Kepercayaan Diri

Salah satu dampak bullying yang akan dirasakan korban adalah hilangkan rasa kepercayaan dirinya. Apalagi saat masa anak-anak dimana sesar pemikiran masih belum matang, tindakan bullying dapat membuat korban merasa rendah diri.

Jika korban mendapatkan bullying secara terus menerus maka lama kelamaan mereka akan merasa tidak pantas atau rendah diri melakukan apapun hingga hilanglah kepercayaan dirinya. Ini dapat berakibat anak menjadi tidak dapat bergaul, dan memisahkan diri dari lingkungan.

Gejala Psikosomatis

Korban bullying yang terus menerus dapat beresiko mengalami gangguan psikosomatis yaitu masalah psikologis yang dapat memicu gangguan pada kesehatan fisik.

Misal saat anak mendapat tindakan bullying di sekolah, mereka akan takut untuk sekolah yang dapat memunculkan rasa sakit perut setiap pergi ke sekolah atau merasa ada yang tidak beres pada fisiknya. Jika anak menunjukkan perilaku yang berbeda orang tua harus segera memastikan dan mencegah tindakan bullying sedini mungkin.

Mulai Menjauhkan Diri

Anak-anak yang menjadi korban bullying sangat rentan dengan hal-hal yang mereka terima. Saat mereka merasa tidak pantas melakukan sesuatu merak akan menarik dirinya dan menjauh dari lingkungan.

Yang lebih parah merasakan akan mulai mengisolasi dirinya dan menghindari interaksi sosial. hal ini akan membuat anak sulit untuk membangun hubungan sehat di masa depan.

Prestasi Menurun

Dampak bullying selanjutnya adalah prestasi anak yang akan semakin menurun. Hal ini dapat terjadi jika anak merasa tidak nyaman saat di sekolah dan ada perasaan takut yang berlebihan. Saat menerima pelajaran mereka juga tidak akan fokus sehingga dapat mengganggu prestasinya.

Muncul Gangguan Kesehatan

Dampak bullying juga dapat berakibat pada kesehatan anak, tindakan kekerasan yang diterima oleh korban dapat membuat kondisi kesehatan memburuk. Misal saat mendapat kekerasan fisik, korban dapat memiliki luka dan memar, yang jika hal tersebut terjadi terus menerus dan tidak ada penanggulangannya dengan baik akan semakin memperparah kesehatan.

Kondisi kesehatan lain yang muncul dapat berupa gangguan pencernaan, daya tahan tubuh melemah dan sakit kepala. Hal ini dapat terjadi saat anak merasa tekanan yang berat sehingga membuat merasa stres.

Pikiran Bunuh Diri

Korban bullying yang tidak diketahui dan korban terus menanggung beban tersebut dapat memunculkan pikiran korban untuk mengakhiri hidupnya. Ini adalah dampak bullying yang sangat parah. Dengan adanya perundingan yang diterima, dna tidak dapat menemukan jalan keluar anak dapat merasa putus asa yang dapat memicu depresi dan tindakan bunuh diri yang sangat bahaya..

Dampak Bullying bagi Pelaku

Ternyata tidak hanya bagi korban, dampak bullying juga dapat dirasakan oleh pelaku perundungan. Hal ini dapat terjadi misal pada apel kau yang sebenarnya melakukan perundungan bukan niatnya atau biasanya hanya ikut-ikutan teman atau bagi pelaku yang merasa tindakannya tersebut bukan bagian dari bullying.

Berikut ini adalah beberapa contoh dampak bullying bagi pelaku.

Kecenderungan Terus Melakukan Kekerasan

Jika pelaku bullying dibiarkan saja dan tidak dibina dengan baik, maka dapat menimbulkan kecenderungan akan melakukan kekerasan terus menerus.

Hal ini mereka lakukan bisanya karena tidak mendapatkan yang diinginkan sehingga berbuat kekerasan atau perundungan pada orang lain. Jangan sampai tindakan ini berlanjut karena dapat saja pelaku melakukan kejahatan yang lebih besar.

Mengganggu Kesehatan Mental

Pelaku bullying dapat juga terkena  gangguan mental karena telah melakukan perundungan. Gangguan seperti kecemasan, depresi atau gangguan kepribadian lainnya. Hal ini dapat terjadi jika pelaku ketahuan dan akhirnya mendapat hukuman.

Kesulitan Menjalin Hubungan

Jika sudah di cap sebagai pelaku bullying maka akan sulit menjalin hubungan dengan orang lain. Selain itu seseorang yang kecenderungannya menggunakan kekerasan atau melakukan tindakan kekerasan akan lebih sulit berkomunikasi dengan orang lain.

Mendapat Catatan Seumur Hidup

Dampak bullying bagi pelaku selanjutnya adalah akan mendapatkan catatan jelek selama hidupnya. Apalagi jika kasus perundungan telah terbuka publik dan diketahui banyak orang. Bayangkan jika semua orang tahu maka semua orang akan selalu waspada dan mengecap sebagai pelaku bullying.

Demikian dampak bullying pada anak baik untuk korban atau pelaku. Sebaiknya guru dan orang tua selalu waspada dalam mengawasi anak-anaknya agar kejadian perundungan tidak terjadi.

 

 

Share:

Lala

seorang penulis artikel yang telah memiliki pengalaman selama 2 tahun di bidang content writing. Dengan keahlian yang terus berkembang, dia mampu menyajikan informasi secara jelas dan menarik. Dengan dedikasinya dalam dunia penulisan, Koci telah mengumpulkan beragam pengalaman, termasuk penelitian, pengoptimalan SEO, dan penanganan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *