Don't Show Again Yes, I would!

Jaringan Pada Tumbuhan: Pengertian, Jenis dan Fungsinya

Jaringan pada tumbuhan memiliki struktur dan fungsinya masing-masing. Tahukah kamu jenis-jenis jaringan tumbuhan ada berapa? Terdapat enam jenis jaringan pada tumbuhan yang membentuk suatu kesatuan dengan fungsi dan perannya masing-masing.

Jaringan dalam ilmu pengetahuan merupakan susunan atau sekumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama dalam satu jaringan. Semua makhluk hidup memiliki jaringan tertentu dalam tubuhnya. Begitu pula dengan tumbuhan yang memiliki susunan jaringan-jaringan.

Apa saja jenis jaringan pada tumbuhan itu? Ayo simak ulasan lengkapnya disini.

Apa itu jaringan pada tumbuhan?

Seperti yang dijelaskan di awal jaringan merupakan susunan atau kesimpulan beberapa sel yang sejenis dengan fungsi yang sama. Jaringan-jaringan akan membentuk struktur tubuh tumbuhan.

Jaringan tumbuhan terbentuk dari akumulasi sel-sel tumbuhan dengan fungsi dna struktur yang sama. Sehingga sebuah jaringan dapat disebut sebagai kumpulan sel dengan jenis yang sama.

Unit paling kecil yang dimiliki oleh makhluk hidup adalah sel, kemudian sel-sel tersebut akan membentuk dan berkumpul menjadi sebuah jaringan. Jaringan tumbuhan akan membentuk energi yang digunakan suatu tanaman untuk bertumbuh dan berkembang.

Jenis jaringan pada tumbuhan

Secara umum jenis jaringan pada tumbuhan dibedakan menjadi dua yakni jaringan meristem dan jaringan permanen. Kedua jenis jaringan tersebut memiliki struktur dan karakteristik masing-masing.

Berikut ini penjelasan lebih lengkap dari jaringan pada tumbuhan.

Jaringan meristem

Jaringan meristem dalam jaringan tumbuhan disebut juga jaringan muda. Jaringan meristem berasal dari sel-sel yang masih aktif membelah.

Kita dapat menemukan jaringan meristem pada titik-titik tumbuh seperti pada ujung batang dan akar tumbuhan. Jaringan meristem pada titik tumbuh ini disebut dengan meristem pucuk, meristem ujung dan meristem apikal.

Sebagai jaringan muda dalam tumbuhan jaringan meristem memiliki ciri-ciri antara lain adalah sebagai berikut.

  • Tersusun dari sel-sel muda dan masih aktif membelah dan dalam fase pertumbuhan.
  • Dalam sel-sel nya kaya akan sitoplasma dan mengandung satu serta lebih dari satu inti sel.
  • Secara umum tidak ditemukan adanya ruang antar selnya.
  • Berbentuk sel bulat, lonjong, serta poligonal.
  • Memiliki susunan dinding sel yang tipis.
  • Dalam jaringan meristem terdapat vakuola yang sangat kecil hingga hampir tidak ada.

Berdasarkan asalnya jaringan meristem dibedakan menjadi beberapa jenis, diantaranya adalah sebagai berikut.

Meristem primer

Jaringan pada tumbuhan yang fungsinya adalah untuk pertumbuhan primer adalah jenis meristem primer. Pertumbuhan primer misalnya adalah pertumbuhan panjang akar dan batang yang ada pada tumbuhan. Letak dari jaringan ini adalah pada ujung tumbuhan.

Terdapat dua jenis meristem primer yaitu meristem apikal yang berpengaruh pada pertumbuhan panjang di atas dan bawah, lalu yang kedua adalah meristem interkalar yang mempengaruhi pertumbuhan pada cabang lateral.

Meristem sekunder

Meristem sekunder adalah jaringan pada tumbuhan yang berfungsi dalam perkembangan besar diameter batang. Sel-sel dalam meristem sekunder sel-selnya mengalami perkembangan langsung dari sel embrioniknya dari maristem apikal.

Promeristem

Promeristem merupakan jenis jaringan meristem yang telah ada pada tumbuhan saat masih dalam keadaan embrio. Ketika masih dalam fase embrio tumbuhan telah memiliki sel aktif yaitu promeristem, letak jaringan ini adalah pada daerah kecil ujung akar dan ujung batang.

Jaringan permanen

Jaringan permanen disebut juga dengan jaringan dewasa, jaringan pada tumbuhan ini adalah jaringan meristem yang telah berdiferensiasi kemudian menjadi jaringan dewasa. Jaringan permanen pada tumbuhan sudah tidak tumbuh dan memperbanyak diri lagi.

Jaringan permanen juga memiliki beberapa jenis berdasarkan fungsinya. Berikut ini adalah jenis jaringan dewasa sesuai fungsinya.

Jaringan pelindung

Jaringan pelindung atau jaringan epidermis adalah jaringan yang terletak di terluar dan menutupi permukaan tubuh tumbuhan. Fungsi dari epidermis jaringan pada tumbuhan adalah untuk melindungi jaringan yang berada di bawahnya. Ciri dari jaringan ini terdiri dari satu hingga dua baris sel, yang tersusun rapat dengan dinding selnya tipis dan tidak mempunyai kloroplas.

Sel-sel pada jaringan epidermis dapat bermodifikasi menjadi fungsi dna struktur yang berbeda. Misalnya sel epidermis bermodifikasi menjadi stomata., trikoma, rambut akar, dan konikal.

Jaringan parenkim

Jaringan parenkim atau jaringan dasar yang dapat melakukan diferensiasi ke jaringan lainnya. Jaringan ini memiliki fungsi dalam perkembangan besar tubuh tumbuhan. Fungsi jaringan ini dapat berbeda-beda tergantung tempatnya.

Ciri-ciri dari jaringan parenkim yaitu dinding selnya tipis, dan memiliki intraseluler yang banyak. Bentuk dalam sel ini polihedral, dan memiliki ruang antar sel besar. Jaringan parenkim pada batang yang muda memiliki banyak kloroplas yang disebut dengan klorenkim.

Sel jaringan parenkim juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan. Cadangan makanan ini biasa ditemukan di dalam vakuola atau dalam bentuk partikel padat atau partikel cair dalam sitoplasma.

Jaringan penguat atau penyokong

Jaringan pada tumbuhan ini mempunyai dinding tebal yang berfungsi untuk menunjang dan menyokong tubuh tumbuhan supaya dapat berdiri kokoh. Jaringan penyokong dibedakan menjadi jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim.

Jaringan kolenkim, jaringan pada tumbuhan ini mengalami penebalan yang tidak merata. Adanya penebalan tersebut akan meningkatkan kekuatan penyokong tumbuhan. Penebalan selulosa juga menjadikan tumbuhan lentur. Jaringan ini berupa sel hidup yang tidak memiliki ruang antar sel.

Jaringan sklerenkim,  adalah jenis jaringan penyokong yang mengalami penebalan pada dinding selnya. Dengan Bentuk sel yang bulat sehingga menjadi jaringan tebal. Secara umum jaringan ini berupa sel mati dan tidak memiliki nukleus dan sitoplasma.

Jaringan pengangkut

Jenis ini adalah jaringan pada tumbuhan dengan fungsi mengangkut zat-zat yang dibutuhkan tumbuhan. Jaringan ini terdiri dari jaringan xilem dan floem.

Jaringan xilem, fungsi jaringan ini adalah untuk mengangkut air dan mineral dari akar ke seluruh tubuh tumbuhan. Jaringan xilem mempunyai sekat antar sel dengan dinding sel tipis yang mengandung lignin.

Jaringan floem, adalah jaringan pada tumbuhan yang berfungsi mengangkut hasil fotosintesis tumbuhan. Jaringan ini memiliki sel tapis, sel pendamping, parenkim floem dan serta floem.

 

 

Share:

Lala

seorang penulis artikel yang telah memiliki pengalaman selama 2 tahun di bidang content writing. Dengan keahlian yang terus berkembang, dia mampu menyajikan informasi secara jelas dan menarik. Dengan dedikasinya dalam dunia penulisan, Koci telah mengumpulkan beragam pengalaman, termasuk penelitian, pengoptimalan SEO, dan penanganan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *