Don't Show Again Yes, I would!

Jenis-jenis Konjungsi, Pengertian dan Contoh Kalimatnya

Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak dapat terlepas dari kalimat konjungsi. Karena dalam beberapa kalimat pasti membutuhkan kata penghubung, agar kalimat dapat dipahami dengan jelas. Namun sudah tahukah kamu apa itu konjungsi?.

Dalam materi pelajaran Bahasa Indonesia mempelajari pengertian dan jenis-jenis konjungsi sangatlah penting. Karena membuat kalimat yang baik dan benar harus menerapkan konjungsi yang tepat.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang konjungsi dan jenis-jenis konjungsi simak ulasannya berikut ini.

Apa itu konjungsi ?

Sebelum mengenal jenis-jenis konjungsi, perlu diketahui terlebih dahulu tentang pengertian konjungsi itu sendiri.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, konjungsi merupakan kata atau ungkapan penghubung antarkata, frasa, klausa dan antar kalimat.

Secara umum konjungsi adalah kata sambung atau penghubung antar kata, atau kalimat yang digunakan dalam menulis atau berbicara. Sehingga kalimat saling menyatu dan dapat dipahami.

Dalam sebuah karya tulis konjungsi ini sangat penting, karena untuk menghubungkan antar kalimat dan paragraf, sehingga dapat dibaca dengan mudah dan dipahami. Konjungsi sendiri memiliki beberapa ciri dan jenis yang perlu diketahui.

Apa saja jenis-jenis konjungsi ?

Konjungsi yang bertindak sebagai kata hubung memiliki beberapa jenis sesuai dengan kegunaan dan susunan bahasanya. Berdasarkan sintaks dan fungsinya konjungsi dibedakan menjadi beberapa jenis, diantaranya adalah sebagai berikut.

Konjungsi koordinatif

Jenis konjungsi koordinatif adalah kata hubung yang digunakan dengan tujuan untuk menggabungkan dua klausa dengan kedudukan yang sama. Jenis konjungsi inu akan menghubungkan dua unsur atau lebih yang sama penting dan memiliki status sintaksis yangs ama.

Beberapa contoh kata penghubung yang digunakan dalam jenis ini beserta contoh penggunaanya adalah sebagai berikut.

  • Dan

Ayah mencuci sepedah dan Ibu memasak di dapur.

Adik bermain boneka dan kakak bermain sepak bola.

  • Melainkan

Itu bukan kapal melainkan kapal selam.

Topi yang dipakai Doni bukan berwarna merah melainkan berwarna hijau.

  • Padahal

Soni hanya diam saja, padahal bisa menjawab pertanyaan dari guru.

Aku masih haus padahal sudah minum.

  • Sedangkan

Kakak sedang belajar sedangkan adik sedang bermain.

  • Atau

Kamu mau ikut ke Bandara atau di rumah saja.

  • Tetapi

Rina tidak membersihkan jendela tetapi mengelap meja.

  • Serta

Aku sangat menyayangi kucing serta ayam dan ikan peliharaanku di rumah.

Konjungsi korelatif

Jenis konjungsi korelatif adalah kata penghubung yang menyatukan dua kata, frasa atau klausa yang mempunyai hubungan sederajat sehingga membuat kalimat saling berhubungan. Kata hubung ini digunakan pada kalimat yang setara atau berpasangan.

Contoh kata penghubung jenis ini adalah sebagai berikut.

  • Tidak hanya …. tetapi juga ….

Tidak hanya Pak Bakri tetapi juga Pak Hadi yang sekarang menjaga di pos kamling.

  • Bukannya …. melainkan ….

Bukannya aku tidak suka coklat melainkan aku hanya sedang sakit gigi saja.

  • Jangankan …. pun ….

Jangankan kakaknya, nasihat orang tuanya pun tidak didengarkan.

  • Demikian … sehingga ….

Toni berlari sedemikian pesatnya, sehingga tidak ketinggalan kereta.

Konjungsi subordinatif

Konjunis jenis ini adalah kata penghubung yang menghubungkan dua klausa atau lebih yang mempunyai hubungan bertingkat. Hasil dari konjungsi subordinatif adalah kalimat majemuk bertingkat.

Jenis konjungsi subordinatif misalnya penggunaan kata sesudah, sehabis, sejenak. Jika, bila, sehingga. Sampai-sampai, makanya, sekalipun, sebagai, seperti dan lain sebagainya.

Konjungsi ini kemudian dibedakan lagi menjadi beberapa jenis lagi, yang dijelaskan di bawah ini.

Jenis konjungsi subordinatif:

Konjungsi temporal atau waktu: sejak, sewaktu, semenjak

Contoh:

  • Semenjak aku aku rajin olahraga, berat badanku dapat turun.
  • Sejak aku kecil,sebelum tidur Ibu selalu membacakan buku cerita.

Konjungsi subordinatif syarat

Penghubung untuk menggabungkan dua unsur yang mempunyai makna persyaratan. Dapat menggunakan kata: bila, jika, jikalau, kalau.

Contoh:

  • Aku akan langsung tidur, jika sampai dirumah lebih dari 3 jam.
  • Dia tidak makan dan minum jika anaknya belum pulang kerumah.

Konjungsi perbandingan

Kata hubung yang dibuat dengan tujuan menjelaskan adanya kesamaan antara dua atau lebih kalimat. Kata yang dapat dipakai adalah: lebih dari, sama dengan

Contoh: …. dengan, ….. lebih dari, …. sama

  • Dita mendapatkan medali emas lebih dari yang dibayangkan sebelumnya.

Konjungsi cara

Adalah kata penghubung yang menyatakan bahwa suatu kaluasa merupakan sebuah cara dari kegiatan yang diatasnya atau kalimat sebelumnya.

Contoh: dengan , tanpa

  • Hari aku belajar matematika dengan berhitung.
  • Toni masuk ke dalam wahana rumah hantu tanpa jas membayar kembali

Konjungsi komplementasi

Kata penghubung yang menjelaskan bahwa suatu konjungsi pelengkap dari klausa atau kalimat sebelumnya.

Contoh: bahwa

  • Toni baru menyadari bahwa dirinya tidak dapat mengikuti pelajaran Matematika.

Konjungsi alat

Adalah kata hubung yang menyatakan tentang salah satu kalusa dari kegiatan yang dijelaskan dalam klausa dalam kalimat sebelumnya.

Contoh: tanpa, dengan

  • Dia berhasil menyelesaikan lomba tanpa latihan intensif.

Konjungsi pengandaian

Biasanya digunakan pada kalimat pertama.

Contoh: seandainya, seumpama

  • Seandainya aku dapat terbang aku akan terbang ke bulan

Konjungsi hasil

Kata penghubung yang menyatakan bahwa kalimat adalah hasil kaluasa sebelumnya.

Contoh: sehingga, sampai, maka

  • Leni jatuh dari sepeda sehingga kakinya berdarah
  • Toni setiap hari selalu berlatih sampai menghafal gerakan tariannya.

Konjungsi sebab

Yang menyatakan adanya hubungan sebab antar kata atau klausa.

Contoh: karena, oleh sebab, sebab

  • Toni tadi malam begadang karena harus menyelesaikan tugas sekolah.
  • Dina ketinggalan bus sekolah sebab dia terlambat bangun tidur.

Konjungsi antarkalimat

Apa Itu Karya Ilmiah

Konjungsi antarkalimat adalah kata yang digunakan untuk menghubungkan antar kalimat satu dengan kalimat lainnya. Sehingga dapat menghasilkan paragraf yang runtut, beraturan dan dapat dipahami.

Kata hubung yang termasuk dalam konjungsi ini adalah: biarkan begitu, sekalipun demikian, akan tetapi, namun, kecuali, oleh karena itu, sebelum itu, oleh sebab itu, akan tetapi dan lain sebagainya

Contoh:

  • Dia tidak pernah makan makanan yang bergizi seperti sayur dan buah. Oleh sebab itu, badannya lemas dan gampang sakit.
  • Roni sudah meminta maaf pada Santi karena merusak kue ulang tahunnya. Namun, Santi tetapi tidak memaafkan Roni.

 Konjungsi antarparagraf

Konjungsi antarparagraf digunakan untuk menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lainnya dalam suatu paragraf.

Contoh kata penghubung yang digunakan anta paragraf dibedakan berdasarkan fungsinya adalah sebagai berikut.

  • Menyatakan tambahan sesuatu: demikian juga, di samping itu.
  • Menyatakan akibat atau hasil: oleh karena itu, jadi, akibatnya.
  • Menyatakan tujuan: untuk itulah
  • Menyatakan intensifikasi: artinya, ringkasnya
  • Menyatakan waktu: kemudian. Sementara itu
  • Menyatakan tempat: disinilah
  • Menyatakan pertentangan: sebaliknya, bagaimana pun
  • Menyatakan perbandingan: sebagaimana, sama halnya

.

Share:

Lala

seorang penulis artikel yang telah memiliki pengalaman selama 2 tahun di bidang content writing. Dengan keahlian yang terus berkembang, dia mampu menyajikan informasi secara jelas dan menarik. Dengan dedikasinya dalam dunia penulisan, Koci telah mengumpulkan beragam pengalaman, termasuk penelitian, pengoptimalan SEO, dan penanganan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *