Don't Show Again Yes, I would!

Kenali 6 Gaya Belajar Anak yang Perlu Diperhatikan

Setiap anak memiliki karakteristik dan kepribadian yang berbeda sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa gaya belajar anak pun juga berbeda. Hal ini perlu diperhatikan khususnya pada orang tua yang merasa anaknya mengalami kesulitan dalam belajar.

Orang tua harus dapat membantu anak-anak untuk dapat belajar sesuai dengan gaya belajar mereka. Karena jika tidak sesuai maka hal itu akan menjadi kesulitan bagi sang anak untuk dapat memahami materi atau pelajaran yang dipelajari.

Dengan gaya belajar yang tepat maka anak akan lebih mudah memahami dan tentunya proses belajar kan menjadi hal yang menyenangkan menurut mereka. Oleh karena itulah memahami gaya belajar anak sangatlah penting.

Namun, sebelum itu orang tua juga perlu memahami jenis-jenis gaya belajar anak sehingga dapat menentukan gaya belajar yang tepat bagi anak-anak dengan ciri dan karakteristik nya.

Lalu apa saja jenis-jenis gaya belajar anak? Terdapat 6 gaya belajar anak yang perlu Anda ketahui berikut ini.

Gaya belajar visual

Coba perhatikan apakah anak Anda lebih suka melihat sebuah tayangan video atau lebih suka membaca dan beraktivitas. Jika anak-anak lebih suka melihat video, gambar atau diagram maka kemungkinan mereka memiliki gaya belajar visual.

Sedangkan ciri anak yang memiliki gaya belajar visual adalah mereka biasanya selalu rapi, dan melakukan segala sesuatu dengan teratur.

Gaya belajar visual mempunyai kemampuan belajar dengan melihat sebuah objek, gambar, video, tabel, dan lain sebagainya. Mereka yang memiliki gaya belajar ini mempunyai indera penglihatan yang teliti dan tajam. Sehingga anak dengan gaya belajar visual akan lebih mudah untuk memahami sesuatu dengan materi-materi yang disajikan secara visual.

Anak dengan gaya belajar visual ini biasanya lebih sulit untuk mendengarkan, mereka akan kesulitan saat menyalin tulisan dari papan tulis, dan tulisannya juga terlihat kurang rapi.

Gaya belajar auditori

Anak dengan gaya belajar auditori cenderung lebih suka mendengarkan sebuah penjelasan daripada melihat atau mempraktekan sesuatu. Anak dengan tipe belajar ini memiliki indera pendengaran yang sangat baik.

Secara umum anak-anak dengan gaya belajar ini akan lebih mudah dalam membaca, menghafal dan mengerjakan soal cerita. Namun, mereka dengan tipe ini akan lebih suka banyak bicara dan kurang dapat menulis dengan baik. Anak akan lebih kesulitan ketika suasana terlalu berisik dan tidak dapat fokus.

Anak dengan gaya belajar ini akan dapat lebih fokus saat suasana tenang sehingga orang tua perlu menyediakan tempat yang nyaman dan tenang saat anak belajar. Mendukung gaya belajar ini Anda dapat melatih anak untuk membaca dengan suara nyaring saat akan memahami sebuah materi.

Gaya belajar kinestetik

Apakah anak Anda tergolong aktif dalam bergerak? Jika Anda perhatikan saat belajar kemudian anak-anak tidak dapat diam maka kemungkinan gaya belajar anak tersebut adalah kinestetik.

Anak dengan gaya belajar ini justru lebih cepat untuk menyerap materi dan pembelajaran sambil dipraktekan. Ciri lain anak dengan gaya belajar ini adalah sering menggoyangkan kaki atau menggerakkan telapak tangan saat mereka sedang fokus atau belajar.

Namun anak dengan tipe gaya belajar ini akan mengalami kerugian saat berada dalam kelas yang formal. Dalam hal inilah peran orang tua untuk dapat melatih anak-anaknya sangat penting. Orang tua dapat memberikan pelatihan fokus dengan cara mengajari anak menggerakkan jari-jarinya saat sedang membaca sesuai dengan arah teks.

Jika keaktifan anak cenderung berjalan-jalan, berlari, berdiri, dan duduk tiba-tiba atau mengetuk-ketuk meja maka latih anak untuk dapat duduk dengan tenang sambil mengerjakan jarinya. Berikan jeda sekitar 20 menit untuk dapat bergerak sesuka hatinya.

anak dengan gaya belajar kinestetik akan lebih memahami materi saat kegiatan praktikum, mereka akan lebih suka dengan model pembelajaran yang menerapkan permainan didalamnya.

Gaya belajar logis dan analitik

Tipe gaya belajar ini adalah ketiak anak-anak lebih menyukai pembelajaran yang bersifat analitis dan membutuhkan pemikiran secara logis. Anak dengan gaya belajar ini adalah mereka yang mampu menganalisis suatu hal dengan cermat dan teliti.

Anak dengan gaya belajar ini akan belajar lebih lambat dengan gaya belajar lain, mereka akan belajar secara bertahap dan tidak buru-buru. Namun, pemahaman mereka akan sangat detail dan mendalam.

Ciri lain dari anak yang memiliki gaya belajar ini adalah mereka akan lebih memilih logika daripada memproses informasi yang diberikan, merak juga tipe yang tidak mudah bosan dengan satu topik. Mereka dapat menerapkan sebab dan akibat dalam sebuah pembelajaran.

Untuk mendukung anak dengan gaya belajar ini orang tua dapat melakukan eksperimen bersama, memberikan sebuah permainan yang mengasah pemikiran logis, dan menjelaskan sebuah materi dengan aturan sebab akibat.

Gaya belajar soliter

Tipe gaya belajar anak soliter atau interpersonal ini adalah ketika anak-anak lebih suka untuk belajar secara mandiri. Anak dengan gaya belajar ini lebih suka berada jauh dari keramaian dan suka menyendiri atau bermain dengan kelompok kecil.

Anak dengan tipe belajar ini memiliki kesadaran yang tajam akan emosi kepribadian dan kekuatan mereka. Mereka akan mengetahui kelemahan dan kelebihannya sendiri. Anak dengan gaya belajar ini juga sangat mandiri dan disiplin.

Untuk mendukung gaya belajar ini orang tua dapat menemukan anak pada kelas online dan memberikan mereka ruang untuk belajar dengan nyaman.

Gaya belajar sosial

Berbanding terbalik dengan soliter gaya belajar anak dengan tipe ini adalah merak yang menyukai berinteraksi dengan orang-orang disekitar nya. Anak dengan gaya belajar ini cenderung memiliki kemampuan sosialisasi yang tinggi. Mereka akan lebih suka belajar secara kelompok daripada sendiri.

Dengan kemampuannya disebut anak akan dapat mengidentifikasi akar masalah dengan baik, secara umum merasakan juga dapat mendengarkan dengan baik.

Untuk mendukung gaya belajar ini orang tua memasukkan anak dalam kelompok diskusi atau kelompok belajar. Mendorong anak untuk menulis pengalaman atau materi yang didapatkan kemudian menceritakan kembali saat di rumah juga merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan orang tua untuk mendukung gaya belajar anak ini. 

 

Share:

Lala

seorang penulis artikel yang telah memiliki pengalaman selama 2 tahun di bidang content writing. Dengan keahlian yang terus berkembang, dia mampu menyajikan informasi secara jelas dan menarik. Dengan dedikasinya dalam dunia penulisan, Koci telah mengumpulkan beragam pengalaman, termasuk penelitian, pengoptimalan SEO, dan penanganan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *