Don't Show Again Yes, I would!

Mengenal 4 Teori Belajar yang Dapat Digunakan Guru dalam Proses Pembelajaran

Bapak/Ibu guru apakah sudah mengenal tentang jenis-jenis teori belajar? Saat melaksanakan pembelajaran perlu perencanaan yang baik agar proses pembelajaran berjalan dengan baik. oleh karena itu adanya teori belajar juga berpengaruh dalam kegiatan proses belajar mengajar oleh guru dan siswa.

Dengan adanya teori belajar yang tepat maka proses pembelajaran dapat berjalan dengan lebih efektif. Sehingga dapat lebih dekat dengan tujuan pembelajaran sesuai dengan perencanaan.

Terdapat beberapa macam teori belajar yang dapat diterapkan oleh guru dalam proses pembelajaran. Untuk mengetahui lebih lanjut jenis teori belajar tersebut, simaklah ulasannya berikut ini.

Apa Itu Teori Belajar?

Gaji Ideal

Teori belajar adalah langkah-langkah yang dapat digunakan guru dalam menyampaikan ilmu pengetahuan kepada peserta didik.

Teori belajar berisi teori yang terdapat tata cara pengaplikasian sebuah kegiatan belajar mengajar. Teori dalam hal ini adalah seperangkat asaz-asaz yang tersusun mengenai kejadian-kejadian tertentu. Yang kemudian teori tersebut digunakan oleh guru untuk membantu mewujudkan tujuan pendidikan.

Teori tersebut berisi bagaimana peserta didik akan belajar, yang diwujudkan dengan kumpulan prinsip dan komponennya yang disusun secara sistematis untuk membantu guru memahami proses dari kegiatan belajar.

Macam-macam Teori Belajar

Hak Dan Kewajiban

Terdapat banyak sekali jenis dan macam teori belajar yang telah dikembangkan dan digunakan dari dulu hingga sekarang. Terdapat 4 teori belajar yang secara umum digunakan guru dalam proses pembelajaran yaitu teori kognitif, teori behavioristik, teori humanistik dan teori sosial konstruktivisme.

Teori Belajar Kognitif

Penerapan teori belajar kognitif menekankan pada proses yang terjadi dalam akal pikiran manusia. Kognitif adalah kemampuan berpikir secara kompleks untuk memecahkan sebuah permasalahan. Sehingga teori belajar kognitif peserta didik dituntut untuk dapat menerapkan kemampuan berpikir kompleks dalam menyelesaikan sebuah masalah atau persoalan.

Teori ini menjelaskan tentang mendorong kemampuan kognitif manusia dengan motivasi yang berasal dari dirinya sendiri, yang didapatkan dari pengalaman terhadap lingkungan.

Dalam teori belajar kognitif, belajar merupakan sebuah proses perubahan pemahaman dan persepsi. Sehingga hasil belajar dapat di lihat dari proses perubahan tingkah laku dan sikap yang dapat diamati. Dengan teori kognitif perilaku peserta didik dapat dilihat oleh bagaimana mereka memahami dan mempresepsikan sesuatu yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran.

Teori ini menjelaskan bahwa belajar adalah proses persepsi yang dibentuk dari pengamalan baru dan pengamatan yang telah tersimpan. Jadi pada teori ini tidak menekankan pada hasil belajar tetapi tentang bagaimana proses dari belajar.

Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan guru dalam teori belajar kognitif, agar dapat menerapkan proses pembelajaran yang efektif. Hal yang perlu diperhatikan antara lain adalah guru memberikan pengarahan tergantung dengan usia peserta didik, hal tersebut karena sesuai peserta didik berhubungan dengan kemampuan berpikir mereka. Kedua materi pembelajaran disusun sesuai dengan pola dan logika yang sederhana serta kompleks. Ketiga menerapkan proses mengajar bermakna. Terakhir guru perlu mengamati perbedaan pada setiap peserta siswa, agar dapat mencapai tujuan pembelajaran.

Teori Belajar Behavioristik

Teori belajar behavioristik merupakan teori yang mengungkapkan bahwa belajar adalah proses perubahan tingkah laku, yang terjadi karena mendapatkan pengalaman belajar.

Perubahan tingkah laku dalam belajar ini dilakukan karena adanya interaksi yang terjadi antara stimulus dan respons pada peserta didik.

Sehingga dalam teori belajar behavioristik ada kecerdasan ain yang diakui yaitu bakat, minat dan perasaan individu. Sedangkan kegiatan belajar dilakukan untuk melatih refleks peserta didik sehingga menjadi suatu kebiasaan yang akan dikuasai.

Teori ini mengakui bahwa seseorang dianggap telah melakukan kegiatan belajar jika telah menunjukkan adanya perubahan perilaku, setelah adanya proses pembelajaran yang dilakukan.

Dalam proses pembelajaran guru memberikan stimulus  berupa penyampaian materi pelajaran, nasihat, arahan dan persoalan atau permasalahan yang disajikan sedemikian rupa. Kemudian peserta didik akan memberikan respon menanggapi stimulus yang telah diberikan, dengan perubahan tingkah laku.

Teori Belajar Humanistik

Humanistik merupakan sebuah ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang dipandang sebagai sisi manusia. Sehingga dalam teori belajar humanistik merupakan proses belajar yang dilihat dari perkembangan pengetahuan sisi kepribadian seseorang.

Teori ini memandang bahwa proses belajar berasal dan berakhir dari peserta didik itu sendiri. Sehingga dalam teori ini juga menekankan pada proses belajar bukan pada hasil belajar.

Salah satu proses belajar dalam teori ini adalah dengan melakukan kegiatan positif, untuk membangun kepribadian peserta didik. Yang utama dalam teori belajar ini adalah pengembangan emosi positif pada peserta didik dan bagaimana membangun kemampuan positif tersebut.

Teori humanistik merupakan proses belajar dengan pembentukan kepribadian, dan perubahan sikap serta melihat fenomena sosial dan hati nurani yang dijelaskan dalam materi-materi pelajaran.

Terdapat hal-hal yang harus diperhatikan dalam teori humanistik antara lain adalah, guru harus mempersiapkan materi pelajaran dengan baik, mengingatkan dan mendengarkan semua ungkapan siswa kemudian memberitahukan perasaan atau hal-hal yang positif, guru harus memberikan perhatian pada siswa dan memperhatikan suasana kelas selalu kondusif. Selain itu guru harus dapat mengenali kelemahan siswa dan mengajar dengan lebih tenang dan sabar.

Teori Belajar Konstruktivisme

Pada teori ini peserta didik diberikan kebebasan untuk belajar sesuai dengan kebutuhan, dan menggunakan kemampuan untuk menemukan keinginan dan kebutuhannya.

Berdasarkan teori konstruktivisme, seseorang mendapatkan pengetahuan dari pengalaman-pengalaman yang telah dilewatinya. Dalam pembelajaran teori ini memberikan kebebasan peserta didik untuk menemukan sendiri kompetensi serta pengetahuan yang ia perlukan untuk mengembangkan dirinya menjadi lebih baik.

Sebagai guru maka terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses pembelajaran teori konstruktivisme. Hal-hal tersebut antara lain adalah guru harus memberikan kesempatan pada peserta didik untuk dapat mengeluarkan pendapat dengan bebas, guru harus membuat lingkungan belajar kondusif. Kemudian peserta didik diberikan kesempatan untuk lebih kreatif dan imajinatif dengan cara mencari dan menceritakan pengalamannya. Lalu guru juga harus memberikan kesempatan agar peserta didik dapat memuat ide dan gagasan baru.

Share:

Lala

seorang penulis artikel yang telah memiliki pengalaman selama 2 tahun di bidang content writing. Dengan keahlian yang terus berkembang, dia mampu menyajikan informasi secara jelas dan menarik. Dengan dedikasinya dalam dunia penulisan, Koci telah mengumpulkan beragam pengalaman, termasuk penelitian, pengoptimalan SEO, dan penanganan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *