Don't Show Again Yes, I would!

Mengenal Hybrid Learning: Pengertian, Tujuan, Kelebihan dan Kekurangan

Pandemi Covid 19 yang melanda hampir semua negara di belahan bumi, telah memberikan dampak secara langsung. Tatanan kehidupan manusia menjadi lebih fleksibel. Salah satu dampak yang dapat ditemui adalah pada bidang pendidikan dengan penerapan hybrid learning.

Salah satu penyelesaian persoalan untuk mengatasi covid 19 adalah dengan menerapkan hybrid learning ini.

Lantas, apa itu hybrid learning dan bagaimana kelebihan serta kekurangannya jika diterapkan dalam pembelajaran?.

Simak ulasa berikut ini untuk mengenal lebih jauh tentang metode hybrid learning.

Pengertian Hybrid Learning dan Tujuan Penerapan

Secara umum hybrid learning adalah strategi pembelajaran yang menggabungkan antara pembelajaran tatap muka dan pembelajaran jarak jauh.

Menurut Ana Sutisna, hybrid learning adalah metode belajar yang menggabungkan dua atau lebih metode dan pendekatan dalam pembelajaran dengan tujuan untuk mencapai tujuan proses pembelajaran.

Sehingga, dalam proses pembelajaran dilakukan pembelajaran secara daring dan luring. Kegiatan pembelajaran juga dilakukan secara 2 metode.

Mengetahui pengertian hybrid learning tersebut, maka sebelum melakukan proses pembelajaran, guru harus mempersiapkan peralatan dan media pembelajaran dengan baik.

Penerapan metode ini juga membutuhkan penyesuaian, karena peserta didik memerlukan alat atau media untuk mengikuti pembelajaran daring.

Sedangkan penerapan hybrid learning dalam satuan pendidikan adalah untuk memudahkan siswa dalam mengakses pembelajaran. Selain itu tujuan dari metode ini adalah supaya peserta didik dapat tetap mendapatkan pembelajaran meskipun dalam kondisi yang tidak memungkinkan.

hybrid learning juga menjadi pemecahan permasalahan saat terjadi Covid 19. Sehingga tujuan pembelajaran tetap dapat dicapai, meskipun terdapat kesulitan untuk saling berinteraksi secara langsung.

Kelebihan dan Kekurangan Hybrid Learning

Seperti halnya model pembelajaran lainnya, hybrid learning memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Hal ini perlu diketahui oleh guru, karena dengan memperhatikan kelebihan dan kekurangan suatu model pembelajaran guru dapat menentukan apakah strategi belajar tersebut tepat diterapkan ke peserta didiknya.

Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan hybrid learning dalam proses belajar mengajar.

Kelebihan hybrid learning

Berikut ini adalah kelebihan hybrid learning dalam pembelajaran.

Pembelajaran Lebih Fleksibel

Pelaksanaan hybrid learning menjadikan kegiatan belajar mengajar lebih fleksibel, karena guru dan peserta didik dapat menentukan materi atau topik yang akan dilakukan secara langsung atau tidak langsung.

Peserta Didik Tetap Dapat Bersosialisasi

Pada penerapan penggunaan pembelajaran daring yang semua kegiatan dilakukan jarak jauh, peserta didik akan kehilangan kesempatan untuk bersosialisasi secara langsung.

Dengan hybrid learning peserta didik masih dapat berinteraksi sosial dengan rekan dan guru, pada pembelajaran langsung. Sehingga saat pembelajaran jarak jauh masih ada jadwal tatap muka.

Meningkatkan Pemahaman Peserta Didik

Dengan hybrid learning guru dapat menggelar kegiatan tatap muka pada topik-topik yang dianggap perlu adanya penekanan. Sehingga peserta didik akan lebih memahami topik dengan baik.

Dapat Menurunkan Kejenuhan Peserta didik

Belajar daring dalam waktu yang lama dapat membuat peserta didik merasa jenuh dan bosan. Interaksi dengan teman juga semakin sedikit sehingga dapat saja motivasi peserta didik untuk belajar.

Saat peserta didik jenuh, kegiatan tatap muka pada hybrid learning dapat meningkatkan kembali semangat belajar siswa.

Kekurangan Hybrid Learning

Selain kelebihan, hybrid learning juga memiliki kekurangan yang perlu diketahui oleh guru.

Berikut ini kekurangan hybrid learning.

Memerlukan Perangkat dan Peralatan yang Mendukung

Baik guru dan peserta didik harus mempersiapkan peralatan untuk daring dengan baik, agar pembelajaran dapat berkualitas. Jika terdapat peserta didik yang tidak memiliki peralatan pendukung dapat menghambat pembelajaran saat daring.

Diperlukan Peran Orang Tua

Karena hybrid learning menggabungkan pembelajaran tatap muka dan daring. Saat daring maka harus ada peran orang tua untuk memberikan pengawasan pada anak.

Orang tua perlu memberikan dukungan positif, agar peserta didik dapat semangat mengikuti pembelajaran.

Sulit Membuat Jadwal

Saat melakukan pembelajaran jarak jauh, terkadang guru banyak memberikan tugas.

Tugas yang menumpuk membuat peserta didik sulit untuk membuat jadwal nya sendiri.

Membutuhkan Kesiapan Segala Pihak

Baik sekolah, guru, siswa dan orang tua memerlukan kesiapan untuk dapat melakukan tugasnya dalam pembelajaran yang dilakukan.

Apalagi hybrid learning adalah strategi baru yang diadaptasi di Indonesia, sehingga pasti akan ada tantangan-tantangan baru dalam proses belajar mengajar.

Sehingga dibutuhkan jugs kerjasama antar semua komponen, agar peserta didik mendapatkan pembelajaran yang berkualitas.

Langkah Penerapan Hybrid Learning

Tahapan dalam melakukan hybrid learning antara lain adalah sebagai berikut.

Menyusun Learning Management System

LSM atau Learning Management System dapat digunakan dalam menerapkan hybrid learning.

Menyusun Visi dan Misi

Guru perlu menyusun skema belajar terdiri dari visi dan misi untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Membuat Kesepakatan Belajar

Guru dan siswa dapat menyusun dan membuat kesepakatan belajar bersama. Yang kemudian dikomunikasikan kepada wali murid agar siswa dapat diawasi.

Kesimpulan

Hybrid learning adalah pembelajaran yang menggabungkan antara pembelajaran jarak jauh dengan tatap muka. Peserta didik mendapatkan 2 metode belajar yaitu dengan cara daring dan luring.

Kelebihan hybrid learning antara lain adalah: kegiatan pembelajaran menjadi lebih fleksibel, meningkatkan pemahaman peserta didik, lalu peserta didik masih dapat bersosialisasi, dan dapat menghilangkan kejenuhan dalam belajar dan mengajar.

Kekurangan hybrid learning antara lain adalah: memerlukan peralatan untuk mendukung kegiatan daring, diperlukan pengawasan orang tua yang lebih, sulit untuk membuat jadwal dan membutuhkan kesiapan segala pihak.

Demikian adalah pengertian dan informasi lainnya tentang hybrid learning sebagai salah satu strategi pembelajaran. Semoga informasi ini dapat membantu Bapak/Ibu guru dalam memilih model pembelajaran yang tepat.

 

 

Share:

Lala

seorang penulis artikel yang telah memiliki pengalaman selama 2 tahun di bidang content writing. Dengan keahlian yang terus berkembang, dia mampu menyajikan informasi secara jelas dan menarik. Dengan dedikasinya dalam dunia penulisan, Koci telah mengumpulkan beragam pengalaman, termasuk penelitian, pengoptimalan SEO, dan penanganan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *