Don't Show Again Yes, I would!

Mengenal Model Pembelajaran STAD: Pengertian, Langkah-langkah, Kelebihan dan Kekurangan

Apa itu model pembelajaran STAD? Sebagai tenaga pendidikan memanfaatkan dan memilih model pembelajaran yang sesuai merupakan salah satu keterampilan yang harus dimiliki.

Untuk dapat mencapai tujuan pendidikan maka model pembelajaran harus diterapkan dengan tepat, model pembelajaran STAD merupakan salah satu strategi yang dapat digunakan oleh guru menggunakan pendekatan kooperatif.

Model pembelajaran STAD dapat dibilang cukup sederhana sehingga dapat diterapkan oleh guru baik pemula maupun yang sudah berpengalaman. Model pembelajaran ini memiliki kelebihan dan kekurangannya dibanding dengan model pembelajaran kooperatif lainnya.

Jika Bapak/Ibu guru ingin mengenal pengertian, langkah-langkah, kelebihan dan kekurangan model pembelajaran STAD, simak ulasannya di bawah ini.

Pengertian model pembelajaran STAD

Student Team Achievement Division atau model pembelajaran STAD adalah strategi pembelajaran yang membuat peserta didik untuk saling bekerja sama dalam sebuah kelompok.

Jenis model pembelajaran ini berfokus pada kegiatan kelompok peserta didik untuk bekerja sama dalam memecahkan masalah atau mendiskusikan dan mempelajari suatu materi pelajaran.

Model pembelajaran ini menekankan pada kegiatan siswa dan merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif. Sehingga penerapan model pembelajaran ini memfokuskan pada kegiatan kerjasama peserta didik dalam mempelajari suatu materi pelajaran.

Siswa akan saling memotivasi dan saling membantu dalam penguasaan materi untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dengan model pembelajaran ini peserta didik akan lebih memahami materi dan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Sedangkan menurut beberapa ahli pengertian-pengertian tentang model pembelajaran STAD adalah sebagai berikut.

Menurut Rusman, model pemnajra STAD adalah model dimana dalam kegiatan pembelajarannya peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok berisi 4 hingga 5 anggota yang memiliki keragaman dan kemampuan, jenis kelamin hingga sukunya yang berbeda-beda.

Menurut Trianto, Students Team Achievement Division adalah salah satu model pembelajaran kooperatif yang kegiatannya menggunakan kelompok-kelompok kecil dengan jumlah 4 hingga 5 anggota yang terdiri dari siswa secara heterogen.

Menurut Robert E Slavin, STAD adalah satu diantara beberapa metode pembelajaran kooperatif yang sederhana, jadi model pembelajaran ini dapat jagoan permulaan yang baik jika sebelumnya belum pernah mengaplikasikan pendekatan kooperatif.

Tujuan STAD

Tujuan model pembelajaran STAD diharapkan akan memberikan dampak positif bagi peserta didik. Salah satu tujuan STAD adalah untuk mendorong peserta didik agar dapat menerapkan sikap saling membantu dengan temannya. Tujuan lainnya adalah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Dalam penerapan model pembelajaran ini peserta didik akan saling berbagi pengetahuan dan berdiskusi dalam penyelesaian tugas. Sehingga salah satu tujuan lain dalam STAD adalah untuk membangun ketrampilan berkomunikasi, meningkatkan pola pikir berpikir kritis, dan saling bertanggung jawab.

Kegiatan bekerja sama dalam strategi model ini juga dapat menumbuhkan kedisiplinan dan kemampuan bekerja sama peserta didik saat melakukan diskusi.

Langkah-langkah STAD

Dalam menerapkan model pembelajaran STAD terdapat langkah-langkah yang dapat diterapkan oleh guru.

Nah, berikut ini adalah penjelasan langkah-langkah STAD.

Penyampaian Tujuan dan Motivasi

Langkah pertama yang dilakukan adalah penyampaian tujuan dan motivasi belajar oleh guru. Guru akan menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

Selain tujuan pembelajaran, guru juga memberikan motivasi untuk menumbuhkan semangat belajar peserta didik. Motivasi dapat disampaikan dengan contoh-contoh yang berkaitan dengan materi pelajaran.

Penyampaian Materi atau Informasi

Langkah kedua model pembelajaran STAD adalah penyampaian materi atau informasi oleh guru. Guru juga dapat menampakkan langkah dan instruksi pembelajaran yang akan dilakukan pada hari itu.

Penyajian materi dapat dilakukan dengan demonstrasi atau bacaan, guru juga dapat menyajikan informasi dengan bagan atau media pembelajaran lain.

Pembentukan Kelompok

Langkah selanjutnya, adalah guru mengorganisasikan peserta didik ke dalam kelompok-kelompok belajar. Guru dapat membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 4 hingga 5 anggota setiap kelompok.

Guru memastikan bahwa peserta didik akan melakukan kegiatan diskusi secara efisien dan baik.

Membimbing Kelompok dalam Belajar

Setelah pembentukan kelompok, guru akan membimbing peserta didik untuk melakukan kegiatan belajar, dan memastikan peserta didik melakukan tugasnya dengan kondusif dan benar.

Guru juga membimbing peserta didik untuk menyelesaikan tugas dengan baik.

Evaluasi

Selanjutnya, guru akan memberikan evaluasi pada kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan oleh peserta didik. Dalam kegiatan ini masing-masing kelompok dapat menyajikan hasil diskusinya dalam bentuk presentasi.

Kemudian guru akan evaluasi pada setiap kelompok, evaluasi juga dapat dilakukan dengan pemberian tes atau quiz baik individu maupun secara kelompok. Untuk mengetahui hasil belajar peserta didik dan kemampuan peserta didik dalam memahami materi saat itu.

Memberikan Reward

Langkah terakhir dalam model pembelajaran STAD adalah guru akan memberikan penghargaan bagi setiap kelompok, dapat berupa penilaian atau poin tertentu.

Dengan adanya penghargaan yang diberikan ini akan menumbuhkan semangat peserta didik untuk lebih bersemangat belajar kembali.

Kelebihan dan Kekurangan STAD

Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan model pembelajaran STAD.

Kelebihan STAD

  • Menumbuhkan kepercayaan diri dan kecakapan individu
  • Mengajarkan sikap saling membantu, menghargai orang lain dan saling percaya
  • Mendorong keterampilan peserta didik untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi dan melakukan penyesuaian sosial
  • Mempererat hubungan baik dengan teman sebaya dan peserta didik dapat belajar bersosialisasi
  • Memudahkan guru dalam monitoring proses pembelajaran dan mengetahui tingkat kemampuan peserta didik
  • Jika terdapat peserta didik yang tidak mengerti, temannya dapat membantu dan menjadi tutor sebaya

Kekurangan STAD

  • Guru harus memberikan perhatian penuh selama proses pembelajaran agar peserta didik tidak ada yang pasif
  • Jika jumlah peserta didik dalam satu kelas sangat banyak, membuat guru kurang maksimal dalam mengamati kegiatan dan proses belajar siswa
  • Guru dituntut untuk dapat dengan cepat menyelesaikan tugas dan pemberian penielana pada peserta didik
  • Membutuhkan waktu yang lumayan banyak untuk mempersiapkan pembelajaran, seperti tempat duduk, ruangan dna pembagian kelompok.

 

 

Share:

Lala

seorang penulis artikel yang telah memiliki pengalaman selama 2 tahun di bidang content writing. Dengan keahlian yang terus berkembang, dia mampu menyajikan informasi secara jelas dan menarik. Dengan dedikasinya dalam dunia penulisan, Koci telah mengumpulkan beragam pengalaman, termasuk penelitian, pengoptimalan SEO, dan penanganan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *