Don't Show Again Yes, I would!

Mengenal Student Centered Learning (SCL): Pengertian, Tujuan, Karakteristik, Kelebihan dan Kekurangan

Pada penerapan Kurikulum Merdeka, pembelajaran lebih dipusatkan pada peserta didik. Sehingga guru harus dapat menerapkan strategi dan metode belajar yang berpusat pada siswa.

Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah dengan pendekatan Student Centered Learning, sebagai metode untuk memposisikan siswa sebagai subjek utama pembelajaran.

Pendekatan SCL merupakan salah satu penerapan Kurikulum Merdeka untuk mencapai capaian kompetensi.

Untuk mengenal lebih jauh tentang pengertian, tujuan, karakteristik kelebihan dan kekurangannya simak ulasan berikut ini.

Pengertian Student Centered Learning

Pembelajaran yang berpusat pada siswa atau student centered learning merupakan pendekatan pembelajaran yang membuat siswa menjadi subjek bukan sebagai objek. Sedangkan tugas guru adalah sebagai fasilitator dan pembimbing untuk memberikan dukungan pada siswa.

Pembelajaran SCL ini sebelumnya telah banyak diterapkan dalam Kurikulum sebelumnya, dan sekarang akan diterapkan lagi pada kurikulum Merdeka.

Dalam penerapan SCL siswa akan menjadi pusat dalam proses pembelajaran, ini diharapkan akan mengembangkan minat, motivasi, serta kemampuan individu siswa agar menjadi lebih aktif, kreatif dan inovatif. Serta supaya peserta didik dapat megembangkan proses belajar mandiri, dan meningkatkan pemahaman pengetahuan.

Menurut Priyatmojo (2010) SCL merupakan pendekatan pembelajaran yang menempatkan peserta didik di pusat kegiatan pembelajaran, dimana peserta didik dapat berperan aktif mengembangkan kemampuannya untuk berpikir kreatif dan inovatif.

Sedangkan menurut Siswono dan Kersen (2008). SCL merupakan model pembelajaran yang berfokus pada kebutuhan, kemampuan, minat dan gaya pembelajaran untuk siswa dan guru berperan sebagai fasilitator pembelajaran. Hal ini akan menjadikan siswa untuk lebih aktif serta mampu bertanggungjawab pada proses pembelajaran sendiri.

Tujuan Penerapan Student Centered Learning

Penerapan metode student centered learning memiliki tujuan utama untuk membuat siswa mnejaid pusat pembelajaran. Sehingga siswa dapat memiliki pengetahuan yang lebih mendalam serta dapat meningkatkan kualitas siswa.

Pembelajaran yang berpusat pada siswa juga bertujuan untuk membuat siswa meningkatkan keaktifan nya dalam kegiatan belajar. Siswa akan meningkatkan partisipasinya dalam kegiatan pembelajaran. Sehingga tujuan lain adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.

Selain itu, tujuan dalam penerapan SCL adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa untuk menganalisis dan memecahkan masalah secara mandiri.

Karakteristik Student Centered Learning

Penerapan student centered learning memiliki ciri atau karakteristik sendiri, karakteristik tersebut menurut Azizah (2011) adalah sebagai berikut.

  1. Aktif, pada pembelajaran student centered learning memungkinkan siswa untuk selalu terlibat aktif dalam proses belajar yang bermakna.
  2. konstruktif, dalam penerapan pembelajaran SCL siswa akan dapat menghubungkan ide-ide baru ke dalam pengetahuan yang sudah dimiliki, sehingga mereka dapat memahami makna dan menjawab keraguan serta pengetahuan dalam benaknya.
  3. kolaboratif, penerapan SCL membuat siswa dapat saling bekerja sama, dan berbagi dengan kelompok atau komunitas.
  4. antusiastik, dengan penerapan SCL siswa akan memungkinkan siswa untuk antusias dan aktif dalam mencapai tujuan yang diinginkan.
  5. Dialogis, merupakan proses belajar secara sosial sehingga siswa dapat keuntungan dari proses komunikasi yang dilakukan.
  6. kontekstual, hal ini memungkinkan proses belajar siswa yang diarahkan dalam belajar bermakna yang sesuai dengan kenyataan melalui pendekatan model pembelajaran seperti problem based learning atau case based learning.
  1. reflektif, karakteristik student centered learning memungkinkan siswa dapat menyadari apa yang telah mereka pelajari kemudian merenungkan pengetahuan yang diperoleh menjadi proses belajar sendiri.
  2. multisensory, pembelajaran dengan pendekatan SCL dapat dilakukan dengan berbagai modalitas belajar seperti lewat audio, visual dan kinestetis.
  3. High order thinking skill training, yaitu dapat melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik, sehingga siswa mendapatkan kemampuan problem solving atau pengambilan keputusan.

Kelebihan dan Kekurangan SCL

Penerapan metode student centered learning memiliki kelebihan dan kekurangan jika diterapkan. Sehingga, peneraannya juga perlu diperhatikan oleh guru.

Kelebihan SCL adalah dapat menumbuhkan kemampuan berpikir kritis siswa yang sangat berguna dalam proses pembelajaran. Selain itu, metode ini juga dapat mendorong siswa untuk lebih menguasai pengetahuan secara mandiri.

Kelebihan lain dari SCL adalah siswa akan menjadi lebih paham dengan pengetahuan yang telah didapatkan. Karena siswa lebih aktif dalam pembelajaran maka mereka juga akan mengenali gaya belajar sendiri sesuai dengan karakteristik individunya.

Selain untuk siswa, SCL memiliki kelebihan yaitu guru akan mendapatkan kesempatan dapat mengembangkan berbagai jenis strategi evaluasi.

Sedangkan kekurangan dari student centered learning adalah sulit diimplementasikan pada kelas yang besar, karena membutuhkan kontrol kelas yang baik oleh guru. Selain itu SCL juga memerlukan waktu yang cukup banyak. Kekurangan lain dari SCL adalah beberapa siswa mungkin tidak akan cocok untuk terbiasa mandiri, aktif dan demokratis.

Manfaat Student Centered Learning

Penerapan strategi pembelajaran menggunakan student centered learning dapat ,memberikan manfaat, antara lain adalah sebagai berikut.

1.Meningkatkan kemampuan berpikir kritis

Siswa dapat menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dengan metode problem solving yang dilakukan.

2. Menumbuhkan Kemampuan Problem Solving

Dengan SCL siswa akan mendapatkan kemampuan menyelesaikan masalah dengan persoalan yang diberikan guru.

3. Membuat siswa menjadi mandiri

Karena SCL dilakukan dengan kegiatan yang berpusat pada siswa, sehingga siswa akan lebih mandiri dalam melakukan sesuatu dan mencari pengetahuan secara mandiri.

4. Pembelajaran sesuai kemampuan siswa

Dengan pembelajaran SCL siswa akan dapat menemukan kebutuhan minat dan belajar sendiri sesuai dengan kemampuannya. Siswa juga akan menemukan kesulitan serta menyelesaikan kesulitan dengan kemampuannya sendiri.

Demikian adalah pengertian dan penjelasan tentang student centered learning yang dijadikan sebagai salah satu strategi dalam penerapan Kurikulum Merdeka.

 

Share:

Lala

seorang penulis artikel yang telah memiliki pengalaman selama 2 tahun di bidang content writing. Dengan keahlian yang terus berkembang, dia mampu menyajikan informasi secara jelas dan menarik. Dengan dedikasinya dalam dunia penulisan, Koci telah mengumpulkan beragam pengalaman, termasuk penelitian, pengoptimalan SEO, dan penanganan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *