Metode Pembelajaran Kurikulum 2013 yang Patut Anda Tahu

Sebagai seorang tenaga pendidik, sudah sepatutnya Anda memahami metode pembelajaran yang berlaku. Saat ini metode pembelajaran yang ada mengacu pada kurikulum 2013, lantas apa saja metode pembelajaran kurikulum 2013 yang patut Anda tahu? Simak informasi selengkapnya berikut ini:

Definisi Metode Pembelajaran

Beberapa ahli mengemukakan pendapat yang berbeda tentang metode pembelajaran. Sunendar mengemukakan metode pembelajaran sebagai cara bekerja yang tersusun dengan sistem rapi dimana memudahkan terlaksananya proses pembelajaran sehingga dapat mencapai tujuan yang sudah ditentukan.

Baca juga: jenis sertifikasi guru 

Ada pula Sutikno yang mengemukakan bahwa metode pembelajaran yakni berasal dari kata metode yang berarti cara, selebihnya cara adalah prosedur untuk mencapai tujuan yang sudah menentu. Dari sini kita dapat menarik kesimpulan bahwa metode pembelajaran sebagai prosedur atau cara kerja sistematis untuk mencapai tujuan tertentu.

Metode pembelajaran

Fungsi Metode Pembelajaran

Adanya metode pembelajaran bukan berarti tanpa sebab, karena memiliki fungsi yang sangat berguna utamanya bagi para pendidik, diantaranya yakni:

  • Sebagai Motivasi Ekstrinsik

Disini adanya metode pembelajaran berfungsi sebagai sarana motivasi ekstrinsik atau kata lainnya motivasi yang berasal dari luar diri peserta didik. Jika sudah menemukan motivasi tepat yang berkaitan dengan siswa tersebut, maka guru akan lebih mengenal peserta didik sesuai dengan karakter dan kepribadiannya. Motivasi tersebut mampu memicu keinginan belajar yang kuat, dengan mengetahui karakter dan kepribadiannya lebih lanjut.

  • Merupakan Suatu Penerapan Strategi Pembelajaran

Disinilah ketika guru mampu menerapkan metode pembelajaran kepada peserta didik, langkah seperti apa yang bisa diterapkan dengan karakter siswa/siswi. Guru bisa mengetahui serta mendalami metode yang tepat supaya murid bisa memahami dan mempelajari apa yang sudah disampaikan.

  • Piranti Mencapai Tujuan

Disini penerapan metode pembelajaran sebagai piranti agar tujuan dari belajar-mengajar ini tercapai. Jika pendidik tidak menggunakan metode pembelajaran maka akan menurunkan esensi kegiatan belajar-mengajar, guru juga akan kesusahan dalam menemukan metode penyampaian materi yang pas, maupun metode memahami siswa didiknya sendiri.

Tujuan Penerapan Metode Pembelajaran

Sebagaimana tujuan-tujuan dari proses belajar mengajar, pasti ada tujuan utama atau tujuan umum serta tujuan tambahan atau tujuan khusus. Tujuan utamanya yakni tidak lain adalah membantu siswa untuk mengatasi masalah-masalah saat belajar di sekolah seperti kesulitan dalam memahami materi, kesulitan dalam mengerjakan tugas atau soal maupun kesulitan dalam menganalisa soal dan sebagainya.

Sementara itu untuk tujuan tambahannya yakni meliputi:

–          Sebagai cara untuk membantu peserta didik agar skill mereka lebih berkembang, dengan ini mereka mampu mengatasi sendiri permasalahan dalam kegiatan belajarnya, mereka juga bisa menemukan solusi sendiri atas permasalahan pribadi mereka.

–          Adanya metode pembelajaran maka para pendidik akan lebih terbantu dalam pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar/

–          Disini para tenaga pendidik akan merasa lebih mudah untuk menemukan, melakukan uji dan menyusun data untuk mengembangkan materi maupun ilmu yang akan dibagikan.

–          Langkah pembelajaran akan lebih mudah dan tersusun secara sistematis sehingga tujuan dapat tercapai dengan semestinya.

–          Pembelajaran bisa berjalan sesuai dengan harapan, mewujudkan tujuan pembelajaran yang ideal secara cepat dengan waktu yang tepat.

–          Pembelajaran dapat dilakukan secara kreatif, tidak monoton dan lebih menyenangkan, sehingga para peserta didik tidak cepat bosan , lebih tertarik untuk belajar.

Daftar Metode Pembelajaran Kurikulum 2013

Metode pembelajaran

Jika mengacu pada kurikulum 2013, Anda sebagai tenaga pendidik (guru) bisa menerapkan rekomendasi daftar metode pembelajaran dibawah ini:

1. Metode Presentasi

Disini semua dapat berperan sesuai dengan bagiannya masing-masing, baik guru maupun murid. Mereka akan memberikan informasi yang sudah di dapat dari internet, buku, jurnal, atau penelitian sebelumnya yang masih relevan. Disini guru dan siswa bisa menciptakan presentasi secara interaktif dimana bisa saling bertanya dan memberikan pendapat atas persentasi atau informasi yang dibagikan.

Disini setiap individu yang berperan dalam presentasi dapat mengintegrasikan perangkat-perangkat yang dibutuhkan baik media maupun teknologi yang ada. Teknik tersebut dilakukan agar presentasi yang dihasilkan semakin bagus. Misalnya saja, murid anda menunjukan presentasi dengan media power point dan peraga gambar sehingga apa yang diinformasikan kian jelas.

2. Mind Mapping

Mind Mapping diartikan sebagai metode pembelajaran yang memberitahu tentang alur suatu ide menjadi bentuk visual sehingga ketika dijelaskan akan lebih mudah diterima dan dipahami. Mind Mapping ini akan membantu peserta didik untuk mengelola berbagai data yang mereka terima, data tersebut bisa dikumpulkan sesuai kategorinya yakni data kecil ataupun data besar.

Temuan Mind Mapping berdasarkan kreativitas pemikiran masing-masing. Mind Mapping disini akan melibatkan gambar atau citra pendukung, informasi grafis dan teks serta berbagai ide yang pas untuk membentuk suatu pemahaman pribadi. Ada beberapa tahapan dalam Mind Mapping yang perlu diketahui diantaranya yakni: tahapan brainstorming, organization serta mind map itu sendiri.

3. Discovery Learning

Metode pembelajaran Discovery Learning atau sering erat kaitannya dengan istilah penemuan. Merupakan suatu metode pembelajaran yang bertujuan untuk mengelola murid-murid agar mendapatkan informasi pengetahuan yang tadinya belum diketahui, dan mendasarkan pengetahuan yang mereka peroleh tersebut disesuaikan dengan kemampuan mereka.

Sementara itu, peneliti yang bernama Davis serta Jerome menyatakan Discovery sebagai suatu langkah atau taktik untuk mendekat terhadap problema bukannya menyasar produk dari pengetahuan. Maka dari itu, di dalam praktiknya discovery akan menyasar para murid untuk memperoleh ilmu dari pengalaman yang sudah mereka rasakan serta pengalaman mereka dalam menyelesaikan masalahnya sendiri. Ini akan mendorong kemandirian dari para siswa sehingga mereka bisa menentukan dengan sendiri ide, tema dan prinsip pembelajaran yang sesuai dengan diri mereka.

4. Pembelajaran dengan Tutor

Lebih seringnya lagi metode pembelajaran yang satu ini disebut dengan metode pembelajaran tutorial. Disini para guru mempersiapkan siswanya untuk bekerja sama  kepada yang lebih ahli. Jadi disini siswa yang kurang paham akan disandingkan dengan siswa yang sudah paham terkait materi yang ada. Ini akan mewujudkan pembelajaran interaktif yang saling melibatkan ide dan kreatifitas dari masing-masing siswa.

5. Pembelajaran Kooperatif

Hampir sama pembelajaran tutor bedanya kalau tutor memang siswa yang lebih paham bertindak layaknya tutor untuk mengajari siswa yang belum paham. Namun di pembelajaran cooperative disini adalah pembelajaran dalam model kelompok. Dimana siswa saling bekerja sama satu sama lain untuk mengerjakan tugas memecahkan pertanyaan, dan saling berdiskusi satu sama lain.

6. Pembelajaran Berbasis Drilling

Ada pula metode pembelajaran drilling, metode ini akan membantu guru untuk meningkatkan kemampuan motorik dari peserta didik. Metode yang satu ini memang faktanya akan lebih banyak praktek daripada teori. Praktik bisa indoor ataupun outdoor.

Demikian informasi tentang metode pembelajaran kurikulum 2013, semoga dapat menjadi acuan Anda dalam menciptakan kegiatan belajar-mengajar aktif dan menyenangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga