Don't Show Again Yes, I would!

Model Pembelajaran AIR (Auditory, Intellectually, Repetition) dan Langkah-langkahnya

Salah satu tugas guru adalah memilih model pembelajaran yang tepat bagi peserta didik. Model pembelajaran merupakan strategi yang digunakan untuk guru melakukan proses pembelajaran dengan peserta didik.

Model pembelajaran AIR menjadi salah satu contoh strategi pembelajaran yang dapat diterapkan oleh guru. Model pembelajaran adalah bentuk proses pembelajaran yang terdapat rancangan dari awal hingga akhir.

Model pembelajaran AIR atau Auditory Intellectually Repetition merupakan strategi pembelajaran yang menjadikan peserta didik sebagai pusat dalam proses belajar mengajar.

Untuk mengenal lebih jauh model AIR ini, simak ulasan berikut ini.

Pengertian Model Pembelajaran AIR

Model pembelajaran AIR memiliki beberapa pengertian setiap komponennya. Yaitu Auditory, Intellectually dan Repetition. Dalam prosesnya model pembelajaran ini dikenal dengan tiga tahapan, yaitu belajar mendengarkan, belajar dengan berfikir dan pengulangan.

Kali ini kita akan membahas setiap komponen dari model pembelajaran AIR.

Auditory

Pada komponen ini yang utama adalah kegiatan belajar peserta didik dengan cara mendengarkan atau berhubungan dengan indra pendengaran.

Proses interaksi dalam komponen ini adalah interaksi antar peserta didik dan guru, yang melakukan komunikasi dan didengarkan oleh peserta didik.

Cara belajar yang digunakan yaitu belajar dengan menyimak, belajar dengan berbicara, presentasi, dan mengemukakan pendapat.

Indra telinga digunakan peserta didik sebagai alat mengaku dan menyimpan materi pelajaran.

Telinga kita secara tidak asar mempengaruhi pengetahuan informasi yang kita dapatkan.

Telinga yang menangkap informasi kemudian menyalurkan ke otak untuk dipahami dan simpan.

Sehingga mendengar menjadi salah satu komponen penting dalam kegiatan pembelajaran. Guru harus dapat merencanakan model pemberian AIR, dengan baik yang dilakukan oleh guru antara lain adalah mendengar, menyimak, berbicara dan mengemukakan pendapat.

Intellectual

Intellectual berlari peserta didik belajar menggunakan kecerdasan untuk merenung, memecahkan masalah dan membangun makna.

Kemampuan peserta didik dalam belajar berpikir dan menyelesaikan masalah menjadi tujuan dari model pembelajaran AIR.

Sehingga dalam proses pembelajaran intellectual merupakan learning by problem solving. Dimana peserta didik akan belajar dengan metode pembelajaran pemecahan masalah.

Kegiatan pemecahan masalah ini akan mendorong kemampuan daya pikir kritis dari peserta didik.

Berdasarkan Dave Meier (2003) intellectual merupakan pembelajaran yang dilakukan secara internal ketika menggunakan kecerdasan dalam menerangkan suatu pengalaman tertentu.

Intelektual sendiri berhubungan dengan pengalaman secara fisik, emosional maupun mental yang membuatkan baru.

Repetition

Pengulangan atau repetition adalah kompensasi dalam model pembelajaran AIR. Dimana kegiatan belajar peserta didik dilakukan dengan pengulangan pendiam, dan pemantauan peserta didik dalam memahami sesuatu.

Guru perlu melakukan pengaman  pada informasi yang disampaikan. Materi pelajaran yang diulang ulang akan lebih mudah diingat oleh peserta didik.

Pelajaran yang diulang akan dapat diterima oleh peserta didik dengan mudah. Kemudian mereka juga akan mengingat apa yang telah dipelajari sebelumnya.

Pengulangan ulang untuk memudahkan peserta didik dalam mengingat kembali pelajaran yang telah dilakukan.

Untuk melakukan pelajaran yang di ulang tidak hanya mengulang materi atau topik bahasa yang diulang-ulang tetapi guru dapat melakukan hal seperti pemberian ulangan setiap selesai topik pelajaran.

Namun, dalam pengulangan ini guru perlu melakukan berbagai metode pembayaran yang menarik, karena kecenderungan pengulangan yang membosankan jika tidak disampaikan secara menari.

Langkah Pembelajaran AIR

Setelah mengetahui komponen utama dalam model pembelajaran AIR, laut bagaimana jika semua komponen digabung dan dijadikan sebagai suatu kesatuan untuk menjalankan proses pembelajaran.

Menurut Meirawati (2009) terdapat beberapa tahap sesuai dengan model pembelajaran AIR, antara lain adalah sebagai berikut.

Tahap Auditori

Pada tahap ini guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok kecil, kemudian guru memberikan latihan soal atau tugas yang harus dikerjakan secara berkelompok.

Guru membuka kesempatan pada peserta ini yang ingin bertanya jika terdapat ha yang tidak dipahami secara terbuka.

Tahap Intelektual

Pada tahap ini guru melakukan pembinaan pada kelompok belajar untuk sang berdiskusi dengan anggota kelompok.

Kemudian guru memberikan kesempatan pada beberapa kelompok untuk mempresentasikan hasil kerjanya. Guru harus dapat memandu untuk kelompok lain agar bertanya dan mengemukakan pendapat.

Peserta didik didorong untuk aktif dalam kegiatan penyampaian pendapat atau menyampaikan presentasinya serta terbuat aktif kala kegiatan bertanya dan mengemukakan gagasannya.

Tahap repetition

Pada tahap ini guru dapat memberikan soal latihan secara individu kepada peserta didik. Hal ini untuk melihat kemampuan peserta didik dan secara jauh peserta didik saat memahami pelajaran.

Guru kemudian mengarahkan peserta didik untuk membuat kesimpulan tentang materi yang telah dibahas. Guru juga dapat memberikan tanggapan pada peserta didik dan membenarkan gagasan yang melenceng dengan kompetensi yang diharapkan.

Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran AIR 

Dalam menerapkan model pembelajaran AIR guru harus mempertimbangkan dengan matang apakah sesuai diterapkan pada kelasnya. Pertimbangan tersebut dapat ditentukan dengan melihat kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan Model Pembelajaran AIR

  • Mendorong peserta didik untuk menjadi lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran.
  • Peserta didik dapat mengekspresikan atau menyampaikan gagasan dan idenya dengan mudah.
  • peserta didik akan memiliki banyak pengalaman dalam menemukan dan menjawab permasalahan.
  • Peserta didik memiliki kesempatan yang luas untuk memanfaatkan keterampilan dan pengetahuan yang didapatnya.

Kekurangan Model Pembelajaran AIR

  • Guru harus menyiapkan masalah yang bermakna untuk peserta didik, yang nyatanya ii bukanlah perkara yang mudah.
  • Perlu persiapkan yang lebih matang dalam menjalankan model pembelajaran ini karena terdiri dari beberapa tahap kegiatan belajar.
  • Guru harus dapat menemukan permasalahan yang semua peserta didik dapat memahami dan menyelesaikannya.
  • Demikian pengertian, langkah-langkah beserta kelebihan dan kekurangan model pembelajaran AIR, yang dapat Bapak/Ibu guru gunakan sebagai pertimbangan untuk memilih model pembelajaran ini sebagai strategi di kelas Anda.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share:

Lala

seorang penulis artikel yang telah memiliki pengalaman selama 2 tahun di bidang content writing. Dengan keahlian yang terus berkembang, dia mampu menyajikan informasi secara jelas dan menarik. Dengan dedikasinya dalam dunia penulisan, Koci telah mengumpulkan beragam pengalaman, termasuk penelitian, pengoptimalan SEO, dan penanganan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *