Don't Show Again Yes, I would!

Model Pembelajaran Talking Stick: Pengertian, Tujuan, Langkah, Kelebihan dan Kekurangan

Bicara tentang model pembelajaran, memang tidak pernah ada habisnya. Terdapat banyak inovasi yang bervariatif dan dapat diterapkan guru dalam melakukan strategi pembelajaran. Salah satu inovasi adalah model pembelajaran talking stick.

Model pembelajaran talking stick merupakan strategi mengajar yang dapat membuat suasana kelas menjadi menyenangkan.

Lalu, apa sih sebenarnya pengertian model pembelajaran talking stick dan bagaimana cara menerapkan-nya?.

Untuk mengetahui informasi tersebut ayo simak ulasan berikut ini.

Pengertian Model Pembelajaran Talking Stick

Menurut Carol Locust talking stick awalnya digunakan oleh penduduk asli Amerika untuk mengajak orang menyampaikan pendapat atau berbicara dalam sebuah forum atau antar suku. Kemudian metode ini diadaptasi dan dapat digunakan dalam pendidikan menjadi model pembelajaran talking stick.

Talking stick atau tongkat bicara biasanya digunakan dalam sebuah forum untuk memutuskan siapa yang mempunyai hak berbicara. Pemimpin forum akan memegang tongkat, kemudian tongkat akan berpindah dari satu orang  ke orang lainnya hingga semua peserta diskusi mendapat giliran. Bagi yang memegang tongkat akan diberikan kesempatan untuk mengemukakan gagasan atau pendapat terkait masalah yang didiskusikan.

Menurut Kauchak dan Eggen dalam Azizah, talking stick merupakan metode pembelajaran kooperatif yaitu strategi belajar yang melibatkan siswa dapat bekerja secara kolaboratif untuk mencapai tujuan.

Model pembelajaran ini diharapkan dapat mendorong siswa untuk mengembangkan sikap percaya diri dan lebih berani dalam mengemukakan pendapat.

Jika siswa gagal dalam menjawab pertanyaan, guru dapat memberikan beberapa konsekuensi ringan seperti harus membuat pantun, membaca puisi, bernyanyi dan lain sebagainya. Konsekuensi yang diterima oleh siswa merupakan sanksi karena tidak dapat menjawab pertanyaan, namun sanksi ini tidak boleh memberatkan dan harus bersifat edukatif. Sehingga siswa akan merasa termotivasi dalam belajar lebih giat serta membuat suasana kelas menjadi menyenangkan.

Model pembelajaran talking stick dapat diterapkan di semua jenjang satuan pendidikan. Model pembelajaran ini akan mendorong kemampuan siswa untuk berkomunikasi dan berbicara serta menciptakan suasana kelas yang menyenangkan. Siswa akan merasa belajar sambil bermain sehingga mengurangi kejenuhan dan kebosanan selama proses pembelajaran.

Tujuan Model Pembelajaran Talking Stick

Setiap kegiatan pembelajaran memiliki tujuan dalam pelaksanaanya, begitu juga dengan penerapan strategi mengajar. Model pembelajaran talking stick juga memiliki beberapa tujuan, diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Mengembangkan sikap kerja sama dan gotong royong siswa dengan teman sebayanya untuk memecahkan masalah.
  • Melatih rasa percaya diri dan sikap berani siswa dalam menyampaikan pendapat, gagasan dan ide.
  • Meningkatkan motivasi dan antusiasme siswa dalam kegiatan pembelajaran, dengan permainan sambil belajar.
  • Menciptakan kondisi belajar yang menyenangkan, tidak kaku dan menegangkan.
  • Meningkatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran.
  • Menumbuhkan kemampuan kepemimpinan dan membuat keputusan.

Langkah-langkah Model Pembelajaran Talking Stick

Penerapan model pembelajaran talking stick dilakukan dengan beberapa langkah kegiatan. Berikut ini adalah beberapa langkah-langkah yang dilakukan dalam melakukan model pembelajaran ini.

  • Guru membentuk kelompok yang terdiri dari 4 hingga 5 orang anggota.
  • Guru menyiapkan tongkat dengan panjang sekitar 20 cm.
  • Guru menyampaikan materi pokok yang dipelajari, dan memberikan kesempatan siswa untuk mempelajari materi pelajaran sesuai tujuan belajar.
  • Siswa saling berdiskusi membahas permasalahan yang ada dalam materi pelajaran.
  • Guru mempersilakan siswa menutup isi bacaan, setelah semua siswa mempelajari materi atau topik pelajaran.
  • Guru mengambil tongkat, kemudian memberikan pada salah satu anggota kelompok.
  • Guru memberikan pernyataan pada anggota kelompok yang memegang tongkat harus menjawab soal dari guru.
  • Siswa lain dari setiap anggota kelompok dapat membantu untuk menjawab pertanyaan yang diberikan, tongkat akan diberikan siswa pada teman lainnya hingga semua siswa mendapat giliran memegang tongkat.
  • Guru memberikan kesimpulan mengenai pembelajaran yang telah dilakukan.
  • Guru melakukan penilaian dan evaluasi, baik secara individu atau kelompok.
  • Guru menutup kegiatan pembelajaran.

Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Talking Stick

Seperti halnya strategi belajar lainnya, model pembelajaran talking stick memiliki kelebihan dan kekurangan. Guru perlu memperhatikan kelebihan dan kekurangan ini, sehingga dapat menentukan apakah jenis model pembelajaran ini tepat digunakan pada karakter peserta didiknya serta materi pelajaran yang akan dilakukan.

Kelebihan Model Pembelajaran Talking Stick

Berikut ini adalah kelebihan dari model pembelajaran talking stick.

  • Dapat menguji kesiapan siswa.
  • Melatih siswa membaca dan memahami dengan cepat.
  • Membangun persahabatan dan rasa saling percaya pada teman sebaya.
  • Memudahkan siswa bersosialisasi.
  • Dapat menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dan bersemangat.
  • Mengatasi rasa jenuh dan bosan siswa selama proses pembelajaran.
  • Meningkatkan kemampuan siswa untuk menyampaikan pendapat.
  • Mendorong siswa lebih inovatif dan variatif dalam menanggapi dalam menjawab pertanyaan atau menyelesaikan permasalahan.

Kekurangan Model Pembelajaran Talking Stick

Berikut ini adalah kekurangan dalam penerapan model pembelajaran talking stick.

  • Ketidaksiapan siswa saat mendapat giliran memegang tongkat, sehingga siswa menjadi gugup.
  • Memakan waktu yang cukup lama, karena proses pembelajaran yang panjang.
  • Resiko kelas menjadi gaduh jika guru tidak pandai mengondisikan keadaan kelas.
  • Membutuhkan kemampuan guru dalam mengelola kelas dengan baik.

Demikian adalah pengenalan tentang model pembelajaran talking stick beserta dengan pengertian, tujuan, langkah-langkah penerapan, kelebihan dan kekurangannya. Informasi ini dapat Bapak/Ibu jadikan sebagai inspirasi dalam memilih model pembelajaran yang tepat bagi peserta didiknya.

 

Share:

Lala

seorang penulis artikel yang telah memiliki pengalaman selama 2 tahun di bidang content writing. Dengan keahlian yang terus berkembang, dia mampu menyajikan informasi secara jelas dan menarik. Dengan dedikasinya dalam dunia penulisan, Koci telah mengumpulkan beragam pengalaman, termasuk penelitian, pengoptimalan SEO, dan penanganan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *