Don't Show Again Yes, I would!

Pengertian Model Pembelajaran Saintifik, Tujuan dan Langkah Penerapannya

Bapak/Ibu guru sudahkah Anda memahami pengertian model pembelajaran saintifik? Sebagai seorang tenaga pendidik tentunya dituntut untuk dapat memilih menerapkan model pembelajaran yang tepat bagi peserta didik.

Model pembelajaran saintifik adalah model pembelajaran yang berfokus dalam kegiatan belajar dengan langkah-langkah ilmiah dalam pemecahan sebuah persoalan.

Untuk mengetahui apakah model pembelajaran saintifik akan cocok diterapkan pada suatu kegiatan pembelajaran, Bapak.Ibu guru perlu mengetahui pengertian, tujuan serta langkah-langkah penerapannya terlebih dahulu.

Nah, jika Bapak.Ibu guru telah mengetahui dan mengenal lebih jauh model pembelajaran saintifik, dapat diambil kesimpulan apakah pemilihan model ini akan tepat diterapkan sesuai dengan kondisi peserta didik, dan materi pelajaran yang akan dilakukan.

Pengertian Model Pembelajaran Saintifik

Scientific Approach atau model pembelajaran saintifik adalah metode pembelajaran yang dirancang agar peserta didik dapat menerapkan langkah-langkah ilmiah dalam kegiatan pemecahan permasalahan sesuai dengan pelajaran dan tujuan pembelajaran.

Langkah-langkah ilmiah ini seperti merumuskan masalah, melakukan hipotesis, pengumpulan data, menganalisis, menarik kesimpulan serta mengkomunikasikannya.

Tentunya pada penerapan model pembelajaran saintifik ini pembelajaran akan menjadi student centered atau kegiatan pembelajaran akan berpusat pada peserta didik. Sehingga mereka akan mencari sendiri pengetahuan untuk dirinya dari kegiatan ilmiah yang dilakukan.

Sedangkan guru berperan sebagai pembimbing dan fasilitator agar peserta didik tetap pada kegiatan pembelajaran yang telah dirancang.

Pengertian lain dari model pembelajaran saintifik menurut Kemendikbud adalah bahwa model pembelajaran saintifik adalah model yang menggunakan kaidah-kaidah keilmuan dimana memuat serangkaian aktivitas pengumpulan data melalui observasi, eksperimen, menanya, mengolah informasi, dan kemudian mengkomunikasikannya.

Kemudian menurut Hosnan (2014) model pembelajaran saintifik merupakan proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa, agar peserta didik dapat aktif mengkonstruksikan konsep, hukum atau prinsip yang dilakukan dalam sebuah tahapan-tahapan yaitu mengamati, merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengkomunikasikannya.

Tujuan Model Pembelajaran Saintifik

Penerapan model pembelajaran saintifik tentunya memiliki tujuan yang dapat memberikan dampak positif bagi peserta didik. Dengan menerapkan model pembelajaran saintifik peserta didik akan dapat mengembangkan ide dan gagasannya.

Kemudian informasi tidak hanya didapatkan dari guru tetapi dapat dilakukan dengan kegiatan penelitian dan sumber lainnya.

Tujuan lain dari model pembelajaran saintifik antara lain adalah sebagai berikut.

Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan masalah

Model pembelajaran saintifik dilakukan dengan kegiatan ilmiah dimana peserta didik mengalami dan mencari sendiri informasi untuk menyelesaikan sebuah permasalahan. Sehingga hal ini membuat kemampuan pemecahan masalah peserta didik meningkat dengan cara yang lebih sistematik.

Meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi

Tujuan model pembelajaran saintifik selanjutnya adalah meningkatkan keterampilan peserta didik dalam berpikir secara tingkat tinggi. Kemampuan berpikir tingkat tinggi ini karena peserta didik dilatih memecahkan masalah secara analitis, sintesis dan menciptakan ide-ide dan gagasan tentang materi yang dipelajari.

Mendorong kemampuan komunikasi peserta didik

Selain kemampuan analitis, setelah melakukan kegiatan analisis peserta didik harus dapat mengkomunikasikan pemecahan masalah tersebut. Sehingga kegiatan ini akan mendorong kemampuan peserta didik berkomunikasi baik secara lisan atau tulisan.

Peserta didik akan menganggap belajar adalah kebutuhan

Model pembelajaran saintifik dilakukan dengan sistematis sehingga dilakukan dalam kondisi belajar yang kondusif. Selain itu model ini adalah pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, mereka akan mendapatkan informasi secara mandiri dan dapat memecahkan masalah dari hasil analisa dan hipotesis.

Hal tersebut akan membantu peserta didik menyadari bahwa belajar adalah sebuah kebutuhan yang diperlukan secara mandiri.

Meningkatkan motivasi dan hasil belajar

Penerapan model pembelajaran saintifik dilakukan dengan menyenangkan sehingga peserta didik tidak hanya melakukan kegiatan pembelajaran yang monoton. Hal ini dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik.

Selain itu, hasil belajar peserta didik juga akan meningkat karena belajar dalam kondisi yang menyenangkan dan nyaman.

Langkah-langkah Penerapan Model Pembelajaran Saintifik

Penerapan model pembelajaran saintifik dilakukan dengan tahapan atau langkah-langkah yang dapat dilakukan sebagai berikut.

Mengamati

Langkah pertama dalam penerapan model pembelajaran saintifik adalah observasi atau mengamati. Peserta didik akan mengamati kejadian di sekitarnya, guru membimbing peserta didik untuk menemukan masalah-masalah yang perlu pemecahan atau solusi.

Kegiatan mengamati ini peserta didik akan menemukan fakta-fakta baru yang perlu diselesaikan untuk dicari solusinya. Kegiatan ini sekaligus meningkatkan rasa ingin tahu peserta didik sehingga belajar lebih bermakna.

Menanya

Langkah kedua adalah kegiatan menanya, dimana peserta didik dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai informasi yang tidak dipahami. Guru akan membimbing peserta didik untuk bertanya terkait materi yang belum dipahami.

Peserta didik juga dapat menanyakan tentang informasi yang dapat membantu penyelesaian permasalahan. Sehingga guru juga harus siap dengan semua pertanyaan-pertanyaan tersebut. Guru juga harus menyiapkan materi yang relevan dna media pembelajaran yang cocok.

Mengumpulkan informasi

Kegiatan selanjutnya adalah experimenting atau kegiatan mengumpulkan informasi atau data yang diperlukan dalam penyelesaian masalah oleh peserta didik.

Kegiatan pengumpulan informasi dapat dilakukan peserta didik menggunakan berbagai cara seperti membaca buku, internet, bertanya pada narasumber, tau melakukan penelitian dan percobaan.

Pada langkah ini guru berperan sebagai fasilitator bagi peserta didik untuk referensi belajar dalam pengumpulan informasi atau data.

Mengolah dan menganalisis informasi atau data

Setelah mengumpulkan informasi, guru membimbing peserta didik untuk mengelola dan melakukan analisa pada informasi tersebut.

Data dan informasi yang telah dikumpulkan diolah menjadi sebuah pemecahan permasalahan, peserta didik akan menghubungkan informasi dengan masalah yang ada dan mencoba menyelesaikannya.

Mengkomunikasikan

Tahapan terakhir dalam model pembelajaran saintifik adalah mengkomunikasikan. Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk menyampaikan hasil dari pemecahan masalah yang telah dilakukan.

Kegiatan ini dapat dilakukan dalam bentuk presentasi, laporan, atau karya ilmiah. Kegiatan ini sekaligus dapat digunakan oleh guru untuk memberikan umpan balik pada peserta didik, meluruskan salah paham , memberikan masukan, atau memperbaiki dna menambahkan jawaban yang telah didapatkan oleh peserta didik.

 

 

Share:

Lala

seorang penulis artikel yang telah memiliki pengalaman selama 2 tahun di bidang content writing. Dengan keahlian yang terus berkembang, dia mampu menyajikan informasi secara jelas dan menarik. Dengan dedikasinya dalam dunia penulisan, Koci telah mengumpulkan beragam pengalaman, termasuk penelitian, pengoptimalan SEO, dan penanganan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *