Don't Show Again Yes, I would!

Pengertian Senyawa, Sifat, dan Jenis-Jenisnya

Tahukah kamu bahwa bahan makanan yang kita temui sehari-hari termasuk dari senyawa kimia.

Namun, sudah mengertikah kamu pengertian senyawa? Dalam artikel kali ini kita akan mengenal lebih dekat tentang senyawa, ciri-ciri dan jenis-jenisnya.

Selain pengertian senyawa, dalam ulasan kali ini kita akan membahas juga tentang ciri dan contoh-contohnya dalam kehidupan sehari-hari.

Pengertian Senyawa

Secara umum pengertian senyawa adalah zat homogen yang terdiri atas dua unsur atau lebih yang berbeda. Senyawa termasuk zat tunggal, yang terdiri dari beberapa unsur.

Senyawa memiliki lebih dari satu unsur yang berbeda penyusunnya. Sehingga senyawa merupakan hasil dari gabungan beberapa unsur dengan sifat yang berbeda.

Dalam kehidupan sehari-hari senyawa memiliki peran yang penting, karena banyak dimanfaatkan dalam segala bidang.

Sebut saja gula, garam dan air beberapa bahan tersebut merupakan bagian dari senyawa.

Misal air merupakan contoh sederhana dari sebuah senyawa. Air memiliki rumus H2O, dimana terdapat dua unsur penyusun yaitu Hidrogen (H) dan Oksigen (O). Kemudian melalui reaksi kimia, air diuraikan kembali menjadi Hidrogen dan Oksigen.

Hidrogen dan Oksigen saling mengikat dan bersatu sehingga wujudnya akan berubah menjadi cair.

Beberapa contoh lain dari senyawa sederhana adalah garam dapur, yang mempunyai rumus NaCl (Natrium Klorida).

Senyawa terbentuk dari dua unsur atau lebih, melalui reaksi kimia sehingga dapat diuraikan unsur-unsur pembentuknya.

Sifat Senyawa

Setelah mengetahui pengertian senyawa, kira-kira apakah kamu mengetahui bagaimana ciri-ciri senyawa kimia itu?.

Ciri-ciri senyawa dapat dilihat dari sifatnya, hal ini yang dapat membedakan senyawa dengan unsur.

Meskipun senyawa terbentuk dari dua unsur atau lebih, kenyataan senyawa memiliki sifat yang berbeda dengan unsur unsur pembentuknya.

Misalnya pada air yang tersusun dari Hidrogen dan Oksigen yang berwujud gas, kemudian setelah bergabung dari reaksi kimia menjadi air yang berwujud cair. Sehingga senyawa dengan unsur pembentuknya berbeda.

Setiap senyawa memiliki sifat yang berbeda-beda. Namun terdapat beberapa sifat umum dari senyawa antara lain adalah sebagai berikut.

  • Terbentuk dari dua unsur atau lebih melalui reaksi kimia.
  • Sifat senyawa berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya.
  • Senyawa dapat diuraikan menjadi beberapa unsur tertentu.
  • Senyawa tidak dapat dipisahkan menggunakan cara fisika.

Jenis-jenis Senyawa

Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa pengertian senyawa merupakan gabungan dari beberapa unsur, sehingga terdapat beberapa jenis senyawa.

Secara umum senyawa dibedakan menjadi senyawa organik dan senyawa anorganik. Untuk melihat perbedaanya simak dalam penjelasan berikut ini.

Senyawa Organik

Jenis senyawa organik adalah senyawa yang disusun oleh unsur Karbon (C) sebagai unsur utamanya, yang mengikat unsur non logam seperti Hidrogen, oksigen, Nitrogen.

Senyawa organik adalah senyawa yang terdapat molekul karbon kecuali karbonat, karbida, dan oksida karbon.

Jenis senyawa ini mudah ditemukan dari makhluk hidup seperti tumbuhan dan hewan.

Contoh jenis senyawa organik adalah karbohidrat, protein, lemak dan hidrokarbon. Senyawa jenis ini memiliki beberapa golongan, diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Senyawa heterosiklik, mencakup atom non karbon dalam struktur cincinya.
  • Senyawa alifatik, mempunyai rantai karbon yang bisa berubah gugus fungsinya.
  • Senyawa aromatik, yang didalamnya terdapat kandungan paling tidak satu ciri benzena.

Senyawa Anorganik

Senyawa anorganik merupakan senyawa dengan kandungan utamanya bukan ikatan dari unsur Karbon (C) dan unsur hidrogen (H). Meskipun begitu, tidak semua senyawa anorganik tidak boleh mengandung unsur karbon. Misalnya senyawa anorganik yang mengandung karbon adalah CO, CO2, CaCO3. Dan lain sebagainya.

Ciri utama dari senyawa anorganik adalah tidak berasal dari makhluk hidup. Selain itu, jenis senyawa ini dapat kamu temui di berbagai kehidupan sehari=hari.

Misalnya senyawa anorganik yang sering ditemui disekitar kita adalah H2O, Amonia, Karbon dioksida, Natrium Klorida dan lain sebagainya.

Senyawa anorganik sendiri dapat dikategorikan menjadi senyawa asam dan basa.

Asam

Asam merupakan jenis senyawa kimia yang dapat menghasilkan larutan dengan pH kurang dari 7 saat dilarutkan dalam air.

Basa

Basa merupakan senyawa kimia yang dapat menyerap ion hidronium saat dilarutkan dalam air.

Senyawa asam adalah senyawa kimia yang bisa mendonorkan ion H+ untuk suatu zat basa atau zat yang dapat menerima pasangan elektron bebas.

Basa mempunyai pH lebih dari 7, sehingga berlawanan dengan asam. Sedangkan jenisnya basa dapat dikategorikan menjadi basa lemah dan basa kuat.

 

 

Share:

Lala

seorang penulis artikel yang telah memiliki pengalaman selama 2 tahun di bidang content writing. Dengan keahlian yang terus berkembang, dia mampu menyajikan informasi secara jelas dan menarik. Dengan dedikasinya dalam dunia penulisan, Koci telah mengumpulkan beragam pengalaman, termasuk penelitian, pengoptimalan SEO, dan penanganan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *