Don't Show Again Yes, I would!

Pengertian Tes Diagnostik, Tujuan, Karakteristik, Jenis dan Langkah-langkahnya

Apa itu tes diagnostik ? salah satu tes yang dapat dijalankan oleh guru adalah tes diagnostik yang memiliki beberapa kegunaan.

Salah satu tugas guru yang penting dalam perkembangan peserta didik adalah melakukan evaluasi. Kegiatan evaluasi ini dapat mengukur tingkat kemampuan peserta didik. Salah satu bahan evaluasi dapat dilakukan dengan tes diagnostik.

Untuk mengenal lebih lanjut tes diagnostik, pengertian, tujuan, langkah-langkah dan contohnya, simak ulasan berikut ini.

Pengertian Tes Diagnostik

Istilah diagnostik menurut Depdiknas (2007) adalah suatu kegiatan yang dilakukan dalam rangka untuk mengidentifikasi gejala-gejala yang ditimbulkan. Dalam proses pembelajaran tes diagnostik melingkupi konsep yang luas meliputi identifikasi kekuatan dan kelemahan siswa dalam kegiatan belajar mengajar.

Sehingga tes diagnostik ini juga dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan peserta didik dalam proses pembelajaran.

Sedangkan Suwarto (2012) menyatakan bahwa tes diagnostik adalah tes yang digunakan untuk mengetahui kelemahan atau miskonsepsi pada topik pembelajaran tertentu dalam pelajaran sehingga hasil tes ini dapat dijadikan masukan tentang respon siswa dan bagaimana memperbaiki kelemahan tersebut.

Jenis tes ini dilakukan guru sebagai sebuah langkah awal untuk menentukan dimana proses belajar mengajar belum dikuasai peserta didik, sehingga dapat dianalisis dan dicari cara untuk menangani hal tersebut.

Tes diagnostik biasanya dilakukan sebelum melakukan pembelajaran untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan keterampilan peserta didik, sehingga guru dapat menyesuaikan proses pembelajaran dengan kesulitan yang dirasakan peserta didik.

Tujuan Teks Diagnostik

Seperti yang telah dijelaskan diatas tujuan utama melakukan tes diagnostik adalah untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan peserta didik dan memperbaikinya.

Selain itu, tes diagnostik dilakukan oleh guru atau satuan pendidikan dengan tujuan sebagai berikut.

Tujuan Tes Diagnostik non Kognitif

Secara non kognitif maka tujuan jenis tes ini adalah:

  • Untuk mengetahui kondisi kesejahteraan psikologi, sosial dan emosi peserta didik.
  • Untuk mengetahui kondisi latar belakang keluarga peserta didik.
  • Untuk mengetahui pergaulan peserta didik.
  • Untuk mengetahui gaya belajar yang cocok dengan peserta didik.
  • Untuk mengetahui karakter dan minat peserta didik.

Tujuan Tes Diagnostik Kognitif

Sedangkan secara kognitif, tes diagnostik dilakukan dengan tujuan berikut ini.

  • Untuk mengukur perkembangan dan pertumbuhan peserta didik dalam memahami sebuah topik.
  • Untuk mengetahui apakah sudah mencapai kompetensi belajar peserta didik.
  • Untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kemampuan peserta didik.
  • Untuk menentukan remedial atau pelajaran tambahan yang harus diberikan pada peserta didik.

Karakteristik Tes Diagnostik

Untuk membedakan dengan jenis teks lainnya, tes diagnostik memiliki karakteristik sebagai berikut.

  • Dirancang untuk mendeteksi kesulitan belajar peserta didik.
  • Menggunakan soal yang berbentuk supply response (jawaban singkat atau uraian).
  • Dikembangkan dari hasil analisis terhadap penyebab kesulitan yang menjadi penyebab munculnya masalah pada peserta didik.
  • Adanya rancangan tindak lanjut sesuai dengan kesulitan yang dihadapi oleh peserta didik.

Jenis-jenis Tes Diagnostik

Jenis tes diagnostik dibagi menjadi dua jenis yaitu tes kognitif dan tes non kognitif. Semua jenis tes ini bertujuan untuk membantu guru merancang dan menyempurnakan proses pembelajaran.

Tes Diagnostik Kognitif

Jenis tes diagnostik kognitif dilakukan oleh guru dengan tujuan untuk mendiagnosis kemampuan dasar peserta didik dalam sebuah topik pelajaran.

Tes ini dapat dilakukan guru secara rutin, pada saat guru memperkenalkan topik pembelajaran baru. Atau dapat dilakukan setelah selesai menjelaskan dan membahas sebuah topik dengan cara asesmen formatif.

Jenis tes ini juga dapat dilakukan pada saat pertengahan atau akhir semester dalam bentuk seperti ujian biasanya dikenal dengan asesmen sumatif.

Namun, penerapan jenis tes ini bukan dilakukan untuk mengejar target kurikulum, yaitu digunakan untuk menyesuaikan tingkat pembelajaran dengan kemampuan dan keterampilan peserta didik.

Tes Diagnostik non Kognitif

Jenis tes diagnostik non kognitif dilakukan untuk mengetahui kondisi psikologis dan emosional peserta didik saat memulai pembelajaran.

Selain itu, jenis tes ini digunakan untuk mengetahui aktivitas belajar peserta didik saat di rumah, serta bagaimana kondisi keluarga dan pergaulan peserta didik yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran.

Serta jenis tes ini dapat digunakan untuk mengetahui gaya belajar, minat, dan karakter peserta didik.

Pelaksanaan tes ini membutuhkan keterampilan guru dalam bertanya dan membuat pertanyaan untuk peserta didik. Karena tidak semua peserta didik akan dapat memberikan informasi secara detail, apalagi jika berhubungan dengan kehidupan pribadinya.

Langkah-langkah Melakukan Tes Diagnostik

Jenis tes diagnostik dan non diagnostik dilakukan dengan langkah-langkah dan perencanaan yang baik, berikut ini adalah bagian langkah penerapan tes diagnostik.

Pelaksanaan Tes Diagnostik Kognitif

Pelaksanaan tes diagnostik kognitif dapat dilakukan dengan cara berikut ini.

Tahap Persiapan

Yang dilakukan pertama oleh guru dalam penerapan tes ini adalah melakukan persiapan. Tahap persiapan ini dapat dilakukan dengan membuat jadwal pelaksanaan tes.

Lalu identifikasi materi asessmen sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Selanjutnya guru dapat melakukan penyusunan pertanyaan sederhana. Susunan pertanyaan dapat dilakukan dengan 2 pertanyaan sesuai kelas dengan topik pembelajaran baru, 6 pertanyaan dengan topik satu kelas dibawah dan 2 pertanyaan dengan topik dua kelas di bawah.

Tahap Pelaksanaan

Tahap pelaksanaan adalah ketika peserta didik mengerjakan soal tes atau menjawab pertanyaan dari guru. Tahap ini guru akan melakukan kegiatan tes diagnostik sesuai perencanaan yang telah dibuat.

Tahap Diagnosis dan Tindak Lanjut

Tahap ini guru akan melakukan kegiatan analisis, pertama guru mengolah hasil asesmen dengan membuat skor.

Kemudian hitung rata-rata nilai yang diperoleh peserta didik, setelah itu guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok.

Pembagian dapat dilakukan dengan cara siswa dengan nilai rata-rata kelas kan mengetahui pembelajaran yang sesuai alur tujuan pembelajaran.

Siswa dengan nilai di bawah rata-rata akan diberikan pendampingan dan bimbingan dalam kompetensi yang belum terpenuhi.

Ketiga siswa dengan nilai di atas rata-rata akan mengikuti pembelajaran dengan model pengayaan.

Pelaksanaan Tes Diagnosis non Kognitif

Terdapat tiga tahapan dalam tes non diagnostik yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dan tindak lanjut.

Tahap persiapan

Adalah guru mempersiapkan alat bantu dan media yang dapat memperkuat emosi peserta didik. Lalu guru dapat membuat daftar pernyataan tentang aktivitas sederhana peserta didik. Seperti apa yang kamu lakukan selama di rumah? Apa hal paling menyenangkan yang kamu lakukan di rumah?.

Tahap pelaksanaan

Yaitu tahap ketika peserta didik menjawab pertanyaan guru. Tahap ini dapat dilakukan dengan cara guru membuat peserta didik menjawab secara langsung atau dapat dengan menuliskan atau menggambarkan jawaban dan perasaan yang sedang dirasakan.

Tahap tindak lanjut

Tahap terjadi ini pada tahap identifikasi kondisi psikologis dan emosional peserta didik berdasarkan hasil yang diperoleh selama tahap pelaksanaan.

Demikian adalah penjelasan mengenai tes diagnostik dan perannya dalam proses pembelajaran.

 

 

 

Share:

Lala

seorang penulis artikel yang telah memiliki pengalaman selama 2 tahun di bidang content writing. Dengan keahlian yang terus berkembang, dia mampu menyajikan informasi secara jelas dan menarik. Dengan dedikasinya dalam dunia penulisan, Koci telah mengumpulkan beragam pengalaman, termasuk penelitian, pengoptimalan SEO, dan penanganan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *