Don't Show Again Yes, I would!

Ternyata Ini Perbedaan Dialog Tag dan Dialog Aksi dalam Tulisan Fiksi

DUNIAMU.ID– Tulisan fiksi merupakan sebuah karya tulis yang diciptakan dari imajinasi penulis. Namun tak jarang tulisan fiksi terinspirasi dari kejadian nyata yang dialami oleh penulis maupun orang-orang di sekitar penulis. Oleh karena itu, diperlukan penggunaan dialog tag dan dialog aksi agar percakapan pada  tulisan fiksi tampak seperti nyata.

Sebagian besar penulis pemula masih kebingungan tentang perbedaan dialog dan dialog aksi. Jika dilihat secara sekilas, perbedaan dialog aksi dan dialog tag sudah terlihat. Umumnya dialog tag ditulis tanpa diikuti oleh aksi yang dilakukan oleh tokoh melainkan hanya sebagai identitas percakapan, sedangkan dialog aksi ditulis menggunakan kata kerja dan diikuti oleh aksi yang dilakukan oleh tokoh.

Dialog tag merupakan frasa yang mengikuti sebuah dialog dan dapat memberikan informasi identitas yang mengucapkan dialog. Dialog tag dapat digunakan pada awal kalimat maupun akhir kalimat. Dialog tag umumnya ditandai dengan kata ‘ujar’, ‘ajak’, ‘ucap’, dan lain sebagainya.

Dialog tag harus selalu diawali dengan huruf kecil, baik dialog yang diterapkan di awal kalimat maupun yang diterapkan di akhir kalimat. Hal tersebut dikarenakan penggunaan frasa selalu diletakkan di tengah kalimat, bukan di awal kalimat yang harus menggunakan huruf besar. Tanda baca yang dapat diterapkan dalam penulisan dialog tag yaitu koma (,), petik (“), seru (!), tanya (?), dan titik (.) disesuaikan dengan kaidah penulisan bahasa indonesia yang baik dan benar.

Sedangkan dialog aksi merupakan frasa yang menyatakan sebuah aksi yang dilakukan oleh tokoh pada suatu tulisan fiksi. Frasa tersebut memberikan informasi atas aksi yang dilakukan oleh sang tokoh. Umumnya dialog aksi menggunakan kata kerja, seperti: ‘menggaruk’, ‘menatap’, ‘mengusap’, dan lain sebagainya.

Berbeda dengan dialog tag yang menggunakan tanda baca koma (,). Dialog aksi menggunakan tanda baca titik (.) dan huruf kapital pada awal kalimatnya. Frasa pada dialog aksi berbeda kalimat dengan percakapan yang diucapkan oleh tokoh dalam cerita, tidak seperti dialog tag yang terdapat pada satu kalimat yang sama.

Berdasarkan kedua definisi, perbedaan dialog tag dan dialog aksi sudah cukup jelas. Dialog tag diikuti oleh tanda koma (.), baik ketika digunakan pada awal kalimat maupun di akhir kalimat. Dialog aksi diikuti oleh tanda titik (.), baik ketika digunakan pada awal kalimat maupun di akhir kalimat.

Contoh Dialog Tag dan Dialog Aksi dalam Tulisan Fiksi

Agar tidak kebingungan dalam menentukan perbedaan dialog tag dan dialog aksi, perhatikan contoh di bawah ini. Terdapat contoh penggunaan dialog tag dan dialog aksi pada awal kalimat dan akhir kalimat. Berikut ini contoh penggunaan dialog tag dalam tulisan fiksi:

1. Penggunaan dialog tag pada awal kalimat

Fina berkata, “Aku akan selalu mencintaimu, Tio!”

Tio menjawab, “Iya, aku selalu percaya kepadamu.”

2. Penggunaan dialog tag pada akhir kalimat

“Aku menyesal tidak mendengarkan apa yang telah bapak ucapkan,” ujar Rahma.

“Tidak ada yang perlu disesali, yang harus dilakukan sekarang adalah kamu harus bisa berubah menjadi lebih baik lagi seperti yang diharapkan bapak,” sahut Rofi.

Berikut ini contoh penggunaan dialog aksi dalam tulisan fiksi:

3. Penggunaan dialog aksi pada awal percakapan

“Aku akan selalu menjagamu dan membersamaimu bagaimanapun kondisinya.” Reno memeluk tubuhku dengan erat dan aku semakin menangis di pundaknya.

4. Penggunaan dialog aksi pada akhir percakapan

Aku semakin menangis terisak ketika Rino memelukku dan membisikkan sebuah kalimat penenang di telingaku. “Aku akan selalu menjagamu dan membersamaimu bagaimanapun kondisinya.”

Demikian perbedaan dialog tag dan dialog aksi yang umumnya terdapat pada tulisan fiksi. Sangat mudah bukan penerapannya? Semoga bermanfaat dan dapat diterapkan ketika hendak menulis cerita fiksi.

 

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *