Don't Show Again Yes, I would!

Perbedaan Kalimat Langsung dan Tidak Langsung Beserta Contohnya

Apa perbedaan kalimat langsung dan tidak langsung? Dalam sebuah karya tulis seperti novel, atau cerita pendek pasti menggunakan kalimat langsung dan tidak langsung.

Namun, sudah tahukah kamu bagaimana cara membedakan kalimat langsung dan tidak langsung ?.

Untuk mengenal perbedaan kalimat langsung dan tidak langsung serta bagaimana cara membuatnya, simak ulasan berikut ini.

Pengertian Kalimat Langsung dan Tidak Langsung

Sebelum mempelajari perbedaan kalimat langsung dan tidak langsung, kamu juga perlu mengetahui pengertiannya.

Kalimat langsung

Kalimat langsung merupakan kalimat atau ungkapan yang diucapkan secara langsung tanpa ada perantara dan tanpa merubah pesan yang diungkapkan.

Sehingga kalimat langsung dinyatakan sama persis dengan apa yang disampaikan pembicara, tanpa adanya penambahan dan pengurangan kata sedikit pun.

Kalimat langsung dapat berupa kalimat tanya, perintah atau kalimat berita tentang suatu peristiwa atau kejadian yang diungkapkan pembicara. Penyampaian nada atau intonasi yang digunakan dalam kalimat langsung biasanya sama dengan yang dilakukan oleh sumber informasi.

Kalimat tidak langsung

Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang digunakan untuk menyatakan atau menyampaikan kembali ucapan yang pernah disampaikan seseorang, tanpa mengutip keseluruhan kalimatnya.

Kalimat tidak langsung merupakan ubahan dari kalimat langsung. Jenis kalimat ini digunakan untuk menyampaikan isi atau maksud perkataan dari pembicara.

Perbedaan Kalimat Langsung dan Tidak Langsung

Perbedaan kalimat langsung dan tidak langsung dapat dilihat dari ciri-cirinya. Kalimat langsung dan tidak langsung memiliki ciri-ciri penulisan yang dapat kamu perhatikan.

Nah, dengan memperhatikan ciri-ciri penulisan ini kamu akan mengetahui perbedaan kalimat langsung dan tidak langsung.

Ciri Kalimat Langsung

Menggunakan tanda petik di awal dan akhir kalimat

Perbedaan kalimat langsung dan tidak langsung yang paling mencolok adalah dalam kalimat langsung menggunakan tanda petik (“…”). tanda petik digunakan untuk aal dan akhir kalimat langsung.

Contoh:

Ayah bertanya, “Kapan kamu berangkat sekolah?”.

Toni bertemu dengan Budi di lapangan “Hei, Bud ayo kita bermain sepakbola” kataya.

“Hati-hati ya Nak!” kata seorang Ibu menasehati anaknya.

Menggunakan tanda baca titik dua (:) pada jenis teks dialog

Pada teks dialog penggunaan kalimat langsung menggunakan tanda baca titik dua setelah nama pembicara.

Beni: “Kenapa kamu tidak masuk sekolah kemarin”.

Sela: “Kemarin aku sakit gigi”.

Menggunakan huruf kapital di awal kalimat langsung

Setiap awal kalimat langsung harus diawali dengan huruf kapital.

Contohnya:

“Bu, aku akan kembali lagi ke sekolah,” Kata Sinta.

Dina berkata, “Mengapa kamu tidak masuk ke kelas Sinta?”.

Menggunakan tanda koma, tanya atau seru di akhir petikan pada depan label dialog

Dalam kalimat langsung yang labelnya terletak di depan dialog setelah kalimat diberi tand akoma, tanya atau seru.

Contohnya:

“Nak, ayo kita pulang,” kata Ibu.

“Jam berapa sekarang?” tanya Farhan.

“Letakan buku itu di meja!” kata Budi.

Namun, saat label dialog di belakang maka harus menyisipkan koma sebelum petikan.

Contohnya:

Ibu berkata, “Nak ayo kita pulang.”

Farhan bertanya,”Jam berapa sekarang?”.

Budi berkata, “Letakkan buku itu di meja!”.

 

 

Share:

Lala

seorang penulis artikel yang telah memiliki pengalaman selama 2 tahun di bidang content writing. Dengan keahlian yang terus berkembang, dia mampu menyajikan informasi secara jelas dan menarik. Dengan dedikasinya dalam dunia penulisan, Koci telah mengumpulkan beragam pengalaman, termasuk penelitian, pengoptimalan SEO, dan penanganan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *