Don't Show Again Yes, I would!

Perbedaan PPPK dan PNS, Mulai dari Status Kepegawaian Hingga Masa Kerja

Proses rekrutmen calon ASN tengah berlangsung, namun sudah tahukah kamu apa saja perbedaan PPPK dan PNS ?.

Istilah PPPK dan PNS mungkin sudah tidak asing lagi, terdapat persamaan dan perbedaan baik pada status kepegawaian hingga masa kerja.

Untuk mengetahui perbedaan PPPK dan PNS, duniamu.id telah merangkum pada ulasan berikut ini.

Mengenal PPPK dan PNS

Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) adalah bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN), melalui berbagai proses rekrutmen.

Berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, tertulis bahwa PPPK adalah WNI yang memenuhi syarat tertentu, yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja dalam jangka waktu tertentu untuk melaksanakan tugas pemerintahan.

Jadi PPPK merupakan pegawai sipil negara yang diangkat oleh pemerintah untuk mengisi jabatan tertentu dalam instansi atau lembaga di lingkungan pemerintahan, yang diangkat dengan berbagai tahapan dan proses rekrutmen.

Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan warga negara Indonesia yang telah memenuhi syarat dan ketentuan yang memiliki nomor induk pegawai secara nasional yang mendapatkan tugas untuk mengisi jabatan tertentu.

Perbedaan PPPK dan PNS

Menurut UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), terbagi menjadi dua jenis yaitu PPPK dan PNS. Namun, kedua posisi tersebut memiliki beberapa perbedaan mulai dari definisi, proses seleksi, masa kerja dan lain sebagainya.

Berikut ini adalah beberapa hal perbedaan PPPK dan PNS, dilihat dari berbagai bidang.

Status Kepegawaian

Perbedaan PPPK dan PNS yang pertama adalah dilihat dari status kepegawaian.

PPPK dan PNS memang sama-sama menjadi pegawai ASN, tetapi ada sedikit perbedaan yang mencolok.

PPPK adalah pegawai ASN yang diangkat dengan perjanjian kerja oleh Pejabat Pembina Kepegawaian, yang sesuai dengan kebutuhan instansi pemerintah dan ketentuan undang-undang. Sehingga PPPk merupakan  pegawai dengan status perjanjian kontrak.

Sedangkan PNS merupakan pegawai tetap yang diangkat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian yang memiliki nomor induk pegawai secara nasional.

Secara analogi dapat diibaratkan bahwa PPPK adalah karyawan kontrak sedangkan PNS adalah karyawan full time.

Masa Kerja

Selain status kepegawaian, perbedaan PPPK dan PNS dapat dilihat dari aturan masa kerjanya.

Masa kerja PNS lamanya adalah hingga masa pensiun, yaitu lima puluh delapan (58) tahun bagi Pejabat Administrasi dan enam puluh (60) tahun bagi Pejabat Pimpinan Tinggi. Hal ini berarti seorang PNS akan bekerja hingga masa datang masa pensiunan pada instansi atau lembaga pemerintahan tempat ia bekerja.

Sedangkan untuk PPPK, masa kerja disesuaikan dengan perjanjian yang telah disepakati. Paling singkat perjanjian masa kerja PPPK adalah satu (1) tahun. Namun, tenang saja karena perjanjian masa kerja ini dapat diperpanjang sesuai dengan kebutuhan dan penilaian kinerjanya. Sehingga tidak menutup kemungkinan PPPK juga dapat bekerja hingga beberapa puluh tahun kedepan pada instansi dan lembaga yang dimasuki.

Proses Seleksi

Untuk menjadi ASN maka kamu perlu mendaftarkan diri pada seleksi PPPK atau PNS yang biasanya dibuat setiap tahun oleh pemerintah.

Pada proses seleksi ini terdapat perbedaan PPPK dan PNS.

Untuk mengikuti seleksi PPPK maka kamu harus mengikuti 4 jenis tahap tes yang akan diselenggarakan. Keempat ters tersebut meliputi:

  • Seleksi kompetensi teknis
  • Seleksi kompetensi manajerial
  • Seleksi kompetensi sosial kultural
  • Substansi wawancara

Kemudian pada seleksi PPPK, peserta dapat mengikuti tes sebanyak tiga kali. Jadi jika kamu tidak lolos pada kesempatan pertama, kamu masih dapat mengikuti tes pada kesempatan kedua atau ketiga.

Sedangkan pada seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kamu harus melewati dua seleksi utama yaitu Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Pada SKD seleksi CPNS, kamu akan dihadapkan dengan 3 materi utama yaitu.

  • Tes Karakteristik Pribadi (TKP)
  • Tes Intelegensi Umum (TIU)
  • Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Masing-masing tes tersebut memiliki passing grade yang harus dilampaui. Setelah lolos tes SKD, kamu akan mengikuti tes SKB yang diselenggarakan sesuai dengan formasi yang diambil dalam pendaftaran.

Jika pada seleksi PPPK terdapat tiga kali kesempatan dalam satu waktu penyelenggaraan tes, sedangkan di seleksi CPNS hanya mendapatkan satu kali kesempatan, Jadi, jika kamu tidak lolos pada tes CPNS tahun ini, kamu harus mengulang lagi di tahun depan.

Batas Usia Pelamar

Selain proses seleksi yang berbeda, batas usia pelamar antara PPPK dan PNS juga ada perbedaan.

Persyaratan usia pelamar untuk CPNS adalah 18 hingga 35 tahun.

Sedangkan untuk PPPK, persyaratan usia minimumnya adalah 20 tahun. Kemudian untuk batas usia maksimumnya adalah satu tahun batas usia jabatan atau formasi yang dilamar.

Misal jika batas usia maksimal jabatan adalah 35 tahun, maka pelamar calom PPPK masih boleh melamar hingga maksimal usia 34 tahun.

Tingkatan Karir

Perbedaan PPPK dan PNS yang terakhir adalah jenjang karir yang didapatkan. Setelah calon ASN diangkat menjadi PPPPK atau PNS dan mengisi jabatan tertentu.

Jika pada PPPK maka akan mengisi jabatan fungsional sesuai yang dilamar. Untuk seorang PNS akan mengisi jabatan struktural, fungsoinal dan atau keduanya.

Menjadi PNS maka kan mempunyai kelebihan karena akan ada pengembangan karir atau promosi. Sehingga setiap golongan akan berkembang setiap tahun sesuai dengan kinerjanya.

Sedangkan pada PPPK pegawai akan mengisi jabatan fungsional saja sesuai perjanjian kerja. Namun, kelebihannya menjadi PPPK dapat langsung mengisi posisi yang tinggi.

Demikian adalah perbedaan PPPK dan PNS yang perlu diketahui sebelum melakukan pendaftaran calon ASN.

 

 

 

 

 

Share:

Lala

seorang penulis artikel yang telah memiliki pengalaman selama 2 tahun di bidang content writing. Dengan keahlian yang terus berkembang, dia mampu menyajikan informasi secara jelas dan menarik. Dengan dedikasinya dalam dunia penulisan, Koci telah mengumpulkan beragam pengalaman, termasuk penelitian, pengoptimalan SEO, dan penanganan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *